Selamat Datang di Website Kami

Ungkap Satu Hari Satu Kasus , Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur Gelar Sosialisasi dan Tes Urine 250 Karyawan : ” MOMENTUM HANI 2020, HIDUP ITU PILIHAN “‘

29 June 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200626-WA0010

Kringserse.com –  Jakarta   :   Tuhan telah memberikan  jalan kehidupan dalam meraih kesuksesan kepada manusia dengan cara yang berbeda, sukses dengan beragam profesi.  Namun kesuksesan para profesional itu sangat cepat meluncur drastis,  semua bisa hilang dalam sekejap. Faktor penyebab  kehancuran ternyata salah satu diantaranya  karena terjerat kasus narkoba.

Kasat Resnarkoba bersama timmelaksanakan sosialisasi

 

Begitulah ilustrasi  kehancuran masa depan seseorang bila sudah kenal  narkoba yang disampaikan Kasat Resnarkoba polres Metro Jakarta Timur mengawali perbincangan dengan  tim media Kringserse.com bersama Tim Kabar Jaktim Humas Polres Metro Jakarta Timur  di ruang kerjanya,  Senin (29/6/2020).

 

Tim media mendapat kehormatan bersilaturahmi dengan perwira Polri yang sukses mengungkap ratusan kasus narkoba. Sebelum menjabat Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur,  AKBPJonter   pernah menjabat Kasat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota dan tugas di bagian Wassidik Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya.

Bahkan pada periode Juni 2020 ,  Satresnarkoba polres metro Jakarta timur bersama Ditresnarkoba polda metro jaya berhasil mengungkap kasus jaringan narkoba asal Aceh dengan modus menyimpan Shabu dalam sofa dengan barang bukti yang sangat fantastik.

 

AKBP Jonter menjelaskan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 26 Juni 2020, Satuan Reserse narkoba Polres metro Jakarta Timur melaksanakan beberapa program kegiatan, diantaranya kegiatan sosialisasi dan tes urine terhadap 250 Karyawan PT INDOGUNA Jl. Taruna Kel. Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Dijelaskan Jonter, bahwa dalam rangka mendukung program pemerintah dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Jonter Banuarea, SH. MH bersama dengan 5 orang anggota melaksanakan kegiatan penyuluhan terhadap karyawan PT INDOGUNA, adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta himbauan-himbauan.

Setelah kegiatan penyuluhan selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan tes urine terhadap 250 orang karyawan adapun hasil tes urine tersebut 249 orang negatif mengkonsumsi narkoba dan 1 orang positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

”  Acara diakhiri dengan penyerahan brosur, leaflet serta sticker tentang Narkoba sebagai sarana kontak, ” katanya.

 

Menurut Jonter,  melalui sosialisasi diharapkan  apa yang disampaikan polri, bisa diteruskan  setiap karyawan kepada keluarga dan lingkungannya.

Karena dalam pemberantasan narkoba polri tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan  pemerintah, TNI dan seluruh warga masyarakat, termasuk LSM penggiat anti narkoba.

 

Dikatakan Jonter, sasaran utama penghancuran moral dan mental adalah kaum milenial. Karena itu, kita harus menjaga generasi milenial.

” Mereka harus sehat dan produktif, harus hidup 100 persen dan hidup bahagia tanpa narkoba. Mari kita bersama-sama menyelamatkan,  jadi  hidup ini pilihan, mau sehat, sukses dan produktif  jangan coba-coba kenal narkoba,  kalau terjerat narkoba  berujung  hidup sengsara, adanya catatan pidana narkoba di kepolisian , maka tidak akan bisa mendapat SKCK , sedang SKCK dibutuhkan untuk kuliah, dan bekerja, itu belum cukup,  penjara dan kematian masih menunggu pengguna, pengedar dan bandar narkoba, ” jelasnya.

Kasat Resnarkoba AKBP Jonter sedang memperlihatkan berbagai jenis barang bukti dalam kegiatan sosialisasi.

 

 

“ Sementara, masyarakat yang paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial. Hal ini memerlukan perhatian khusus,” tuturnya.

Lanjutnya, salah satu penyebar terjadinya peredaran narkoba yaitu tingginya supply dan demand terhadap obat-obat terlarang tersebut.

“Karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten. Dalam hal ini, paling banyak adalah generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

“Kita harus menjaga generasi milenial. Mereka harus sehat dan produktif, harus hidup 100 persen dan hidup bahagia tanpa narkoba. Mari kita bersama-sama menyelamatkan generasi milenial, anak, cucu, dan bangsa kita dari bahaya narkoba,” katanya.

Akbp Jonter mengungkapkan  keberhasilan ungkap kasus narkoba yang  ditangani Polres Metro Jakarta Timur tahun 2020 selama periode Januari –  Juni.

Hasil ungkap kasus tindak pidana narkoba oleh Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Jajaran dalam
kurun waktu tanggal 01 Januari 2020 sampai dengan tanggal 17 Juni 2020 berhasil mengungkap sebanyak 165 kasus dengan
tersangka yang diamankan sebanyak 197 orang yang terdiri dari  189 laki-laki dan 8 perempuan adapun barang bukti yang
berhasil disita berupa SABU sebanyak : 774 gram, GANJA : 6283,28 gram, PIL EKSTASY : 145 butir dan TEMBAKAU
GORILLA : 10,2 gram seluruh kasus tersebut di proses sidik lanjut ke Jaksa Penuntut Umum.

Adapun rincian kasus adalah sebagai berikut : CRIME TOTAL (CT) 165 Kasus dan CRIME CLEARANCE (CC) 195 Kasus. dengan TERSANGKA 197 Orang, yaitu LAKI-LAKI 189 ORANG dan PEREMPUAN 8 Orang.

Sementara itu, BARANG BUKTI  meliputi GANJA 6283,28 Gram,  SHABU 774 Gram,  TEMBAKAU GORILLA 10,2 Gram
dan EKSTASY 145 Gram.

AKBP Jonter Banuarea (paling kiri) bersama instansi terkait dalam rencana gelar konferensi pers dan pemusnahan barang bukti.

 

 

Dikatakan AKBP Jonter,  bila diestimasi hasil ungkap kasus  selama 6 bulan (Januari-Juni ) sebanyak 165 Kasus, maka jeda setiap dua hari berhasil mengungkap 1 hingga 2 kasus dengan tersangka menyisir kaum muda. ” Artinya ini masih tinggi, untuk  mendukung  Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk menciptakan wilayah Jakarta Zero Narkoba, maka kita harus serius dan konsisten dalam memberantas peredaran narkoba, ”  papar Jonter.

” Menjelang Peringatan HANI tahun 2020, sebelum wabah penyebaran virus Corona  masuk ke Indonesia, khususnya DKi Jakarta, Satresnarkoba sudah melaksanakan sejumlah kegiatan. Salah satu momentum untuk menyosialisasikan apa itu narkoba. Kita pilih tempat yang banyak dikunjungi para milenial, juga tempatkan beberapa relawan untuk menyebarkan informasi mengenai narkoba,” jelasnya.

 

“Inilah alasan kenapa di sini kita lebih menargetkan kepada kaum milenial yang usianya 15 – 35 tahun. Kita arahkan mereka ke kegiatan yang menyehatkan seperti olahraga, berkreatifitas seni, ilmiah , dan sebagainya, ini jelas lebih menyehatkan,” jelasnya.

 

Terkait Momentum HANI 2020 dimasa pandemi, AKBP Jonter menjelaskan, penanganan narkotika dan Covid-19 membutuhkan standar yang sama, yaitu memberi jaminan dan melindungi hak-hak masyarakat agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal,” katanya.*** (Ridwan/KJ HMS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *