Selamat Datang di Website Kami

SIGAP BENCANA, POLSEK KELAPA DUA LATIHAN BERSAMA DAN SOSIALISASI PENANGANAN KEBAKARAN

23 February 2020

by Ridwan Surianto

Screenshot_2020-02-24-06-56-31-82

Kringserse.com – TANGSEL. : Polsek Kelapa Dua,  Security dan para karyawan Sumarecon serta warga   Cluster Serpong mengikuti simulasi dan pelatihan Pemadam Kebakaran (Damkar) di Mini Club Cluster Newton Gading Serpong RW. 020 Ds. Curug Sangereng Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Sabtu (22))/2/2020) pagi.

Kegiatan dihadiri Kapolsek Kelapa Dua AKP Supriyanto,S.H,.S.I.K.,M.Si, Kanit Lantas, Kanit Sabhara, Jajaran Polsek Kelapa Dua,, GM Town Managemen Summarecon, Managemen Estate Summarecon, Unit Damkar Summarecon, Ketua RW. 020 Cluster Newton dan Warga Cluster Newton
Jumlah peserta 50 orang.

Menurut AKP Supriyanto,  kegiatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di rumah atau di lingkungan kerja. Serta dapat mengaplikasikan teknik penanganan dan pemadaman kebakaran menggunakan peralatan tradisional dan APAR.

Ditambahkan Supriyanto,  kegiatan hari ini memberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran, diantaranya adalah proses terjadinya api (segitiga api), yang mengakibatkan terjadinya kebakaran dan cara cara pemadaman api, serta penggunaan alat-alat pemadam kebakaran yg telah tersedia misalnya dengan menggunakan Tabung Damkar dan Hydrant serta selang air, serta materi lainnya.

Alumnus Perwira Akpol 2009 ini menjelaskan, maksud dan tujuan diadakannya simulasi tersebut agar anggota polisi dan masyarakat lebih memahami bagaimana cara menanggulangi apabila terjadi bencana kebakaran.

“Cepatnya perambatan api sangat membutuhkan penanganan yang cepat, sedangkan lokasi Markas Damkar kadang jauh dari lokasi kebakaran, upaya dini menjadi solusi yang tepat bila terjadi tempat perbelanjaan ini ” kataAkp Supriyanto kepada media kringserse.com dilokasi.

Mantan Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Pusatini  menambahkan, materi simulasi ini terbagi menjadi dua bagian utama, simulasi pemadaman menggunakan peralatan tradisional, dan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) dan Hydrant.

“Pelaksanaan simulasi pertama kali menggunakan peralatan tradisional dengan karung goni yang telah dibasahi. Metode ini merupakan metode pemadaman yang paling sederhana namun cukup berbahaya, karena pemadaman harus sedekat mungkin dengan titik api. Kemudian dilanjutkan dengan pemadaman menggunakan Apar dan Hydrant,” jelasnya.

Sementara para peserta simulasi sangat mengapresiasi adanya kegiatan semacam ini, disamping pencegahan kebakaran juga menambah wawasan.

“Kami peserta sangat senang mendapatkan pelajaran dan kesempatan untuk mencoba memadamkan api, karena Apar yang disediakan terbatas,” ujar salah seorang GM Sumarecon.

Dirinya berharap agar kegiatan ini terus berlanjut dan para petugas Security serta karyawan memiliki kemampuan melakukan upaya dini. Pemadaman tidak sepenuhnya menggantungkan diri pada petugas Damkar.***(Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *