Selamat Datang di Website Kami

SELAMA PEMBERLAKUAN PSBB DI BEKASI  DIPASTIKAN TIDAK ADA TILANG HANYA SURAT TEGURAN

18 April 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200418-WA0055

KRINGSERSE.COM – BEKASI.  : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan empat  kota dan Kabupaten  wilayah Jawa Barat penyangga Ibu Kota  DKI Jakarta resmi dilakukan penerapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  sejak Rabu (15/4/2020) dinihari.

Keempat wilayah tersebut yaitu Kota Bekasi,  Kabupaten Bekasi,  Depok dan Bogor.

Pemberlakuan PSBB diupayakan sebagai pemutusan mata  rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) yang kini makin meluas.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi AKBP Rachmat Sumekar menjelaskan dalam penerapan PSBB,  pihaknya memastikan tidak ada pemberlakuan tilang selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, para pengendara tetap diminta tetap mematuhi aturan berlalu lintas seperti menggunakan helm, membawa surat berkendara dan mematuhi aturan dalm pemberlkuan PSBB yaitu Harus menggunakan masker,  dan jarak posisi duduk bagi pengguna kendaraan roda empat, baik kendaraan pribadi,  angkutan Umum dan angkutan barang.

“Untuk sementara tidak kita gunakan, masih persuasif dulu ,” ujar Rachmat kepada Tim Media Kringserse, didampingi Wakasat Lantas Komlol Supadmi saat  pengecekan pelaksanaan PSBB wilayah kabupaten Bekasi di pos Check Point terpadu Sasak Jarang, Tambun, Kabupaten  Bekasi,  Sabtu (18/4/2020).

Dikatakan mantan Kapolsek Metro Penjaringan,  Polres Metro Jakarta Utara ini Polres Metro Bekasi mencatat sedikitnya ada 1.124 pengendara yang melanggar aturan berkendara selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi.

Jumlah tersebut didapat melalui perhitungan sementara hingga hari kedua penerapan PSBB, dari 32 titik pemantauan yang tersedia. Adapun pelanggaran paling banyak ialah pengguna sepeda motor yang tidak pakai masker.

“Kalau ada pelanggaran yang kita lihat akan diberhentikan. Tapi tidak kita tilang, hanya memberikan himbauan saja. Misalnya bila pengendara tidak menggunakan masker akan diberhentikan untuk menggunakan masker,  kalau tidak ada, anggota akan memberikan masker secara gratis. Saya berharap walaupun tidak memberlakukan penilangan pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas, khususnya penggunaan masker,” katanya.

Sementara itu dalam pantauan Tim Media Kringserse di lokasi Chek poin,  nampak petugas gabungan Polri, TNI,  Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bekasi meminta penumpang untuk yang duduk berdekatan untuk berpindah bangku dalam rangka physical distancing dan penerapan PSBB.

Diakui Rachmat,  pemberlakuan PSBB di Jawa Barat yang berlaku hingga hari ketiga (Jumat,  17/4/2020) masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19.
“Jenis yang paling sering dilanggar pengendara tidak memakai masker, terutama pengendara roda dua,” lanjutnya.

 

Adapun pelanggar paling banyak ialah terkait penggunaan masker ketika berkendara.

Ketentuan berkendara selama PSBB di Bekasi
Rachmat menyatakan, para pelanggar tersebut dikenakan sanksi berupa pemberian surat teguran. Hal ini guna sebagai pengingat warga supaya tidak mengulangi pelanggaran serupa di lain hari.

“Kebanyakan pada belum tahu larangan apa saja yang diberlakukan pada saat PSBB,” katanya.

Jika kesalahan diulangi lagi, maka dikenakan hukuman sebagaimana termaktub dalam Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yakni pidana satu tahun penjara atau denda maksimal Rp 100 juta.

Untuk diketahui, PSBB di Kota dan Kabupaten Bekasi kini telah memasuki hari ketiga sejak kali pertama diterapkan pada Rabu (15/4/2020). Pembatasan ini berlangsung selama 14 hari kalender atau hingga 28 April 2020.***(WAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *