Selamat Datang di Website Kami

RAKYAT INDONESIA, INILAH CARA POLISI, TIM MEDIS DAN JURNALIS MENCINTAIMU

03 April 2020

by Ridwan Surianto

IMG_20200322_223544

 

Kringserse.com- Jakarta  : AWAL maret 2020 hingga kini,  enta sampai kapan?.  Kita berada di masa – masa penuh cobaan. Semua orang merasakan. Kaya, miskin, bos, pegawai, Aparat, rakyat, semua terkena dampak perubahan hidup dari Covid 19. Jadi yang terimbas  susah bukan hanya masyakat miskin,  bukan hanya sopir dan pengemudi Ojek yang hidup di putaran roda jalanan, bukan hanya tukang warung gorengan dipinggir jalan dan diperkampungan,   hanya cuma kamu sendirian!

Mengeluh tidak akan jadi jalan, banyak yang lebih sulit kondisinya dari yang kamu rasakan. Sesulit-sulitnya hidup sekarang, dirumah kalian masih bisa merasa aman.

Diluar sana ada orang – orang yang harus tetap dijalan. Berada di tengan zona merah, tidak bisa bekerja dari rumah. Orang – orang itu juga mau hidup seperti kalian. Yang kerja dari jaringan,bangun tidur bercelana pendek buka laptop, bakar rokok, ngopi,makan gorengan. Lihat layar, otak atik, hp kirim tugas, tidur lagi.

Manusia – manusia itu berseragam Coklat, Berlencana kewenangan. Karena lencana ini, justru mereka jadi tidak bisa santai dirumah, ada orang-orang  yang harus dilindungi, saat yang lain aman di Kediaman. Tugas mereka mengamankan, sudah jadi resiko saat disumpah pelantikan. Percayalah, jadi mereka itutidak  enak, menindak benar tidak dipuji, berlaku salah direkam kamera. Viral

Mereka Polisi, yang dimasa Pandemic Corona ini tidak bisa #StayHome. Supaya kamu bisa #StayHome. Mereka ada yang ditugas di Wisma Atlet, jadi dokter. Hadapi langsung makhluk kecil jahat tak terlihat, kapanpun ajal datang mereka harus siap. Sekali masuk sana mereka resmi jadi OPD. Berbulan tidak bertemu keluarga, mental harus dijaga. Anak bertanya bapaknya mana, hanya bisa bicara dari kamera alias video call. Rindu terasa tak bisa terbalas, kalau mereka gugur dalam tugas, keluarga tak menguburkan, Tak sempat ucap salam perpisahan. Andaipun mereka gugur tidak ada air mata mengalir,  karena mereka gugur dalam perjuangan,  gugur dimedan tugas…. Mati syahid… Alloh,  janjikan masuk Sorga.

Ada yang ditugas di jalan, bapak-bapak Polantas. Bangun subuh langsung jaga standby di jalanan. Padahal disana paling banyak bahaya virus bersebaran. Ada juga yang ditugas bawa mobil huru hara. Bukan buat bubarkan masa, tapi semprot disenfektan rata, sepanjang jalan agar virus mati tak tersisa. Terimakasih, kalau harus bayar, mahal. Ketika banyak orang tega bisnis cari kaya, ambil kesempatan dalam bencana.

Sering kita lihat, mereka bubarkan kerumunan. Orang sedang enak makan di cafe, disuruh pulang. Ada yang sadar, Banyak juga yang mengeluh, berbisik – bisik tidak suka. Orang – orang egois itu lupa, kalau mereka kena, manusia lain tidak bersalah bisa juga korbannya. Sudah kena Virus, mati, menyusahkan orang pula. Akhirat tempatnya dimana? Wallahualam bishawab.

Mereka membubarkan kalian karena cinta. Supaya bisa tetap bertemu keluarga dalam kondisi hidup, sehat tanpa penyakit dirasa. Kalau boleh pilih, polisi-polisi itu mau juga ikut nongkrong, nyanyi-nyanyi pinggir jalan sama kalian. Hepi – hepi lepas penat setelah tugas panjang seharian. Kalau bisa mereka curhat. Kalender dirumahnya tidak pernah ada tanggal merah.

Yang nikahan, buat ramai – ramai, dipersilahkan selesaikan akadnya, lalu semua harus pulang kerumah. Polisi – polisi ini mengerti, hari itu masanya pengantin berbahagia. Karena cinta mereka terpaksa minta tunda resepsinya, agar kalian tidak kena Corona di Malam Pertama. Dibubarkanya pun baik-baik, pelan-pelan, dengan sopan, yang hajat dan tamu harus paham. Tidak mau paham, siap – siap tidur di tahanan.

Kita beruntung, tidak diperlakukan Pak Polisi seperti di India. Dipentung pake rotan, ketika keluar rumah. Bahkan kabarnya ada yang sampai meregang nyawa. Yang masih santai di tempat ramai, diajak bicara selayaknya manusia, yang ngeyel masih tetap diberi pengertian. Yang melawan akhirnya harus ditertibkan. Yang tidak sayang nyawa, mau mati, silahkan, tapi jangan ajak orang lain. Karena cinta, mereka mengingatkan kalian, agar tetap hidup tidak berakhir kematian.

Semua ini pada saatnya akan berakhir sudah. Seperti di Wuhan, kalian akan lagi bisa bebas turun ke jalan. Ketika waktu itu tiba, percayalah, kalian akan sadar, semua yang bapak baju coklat lakukan, adalah karena mereka mau kalian tiba di masa bahagia itu. Hari ini kita sama- sama bertahan. Agar bisa sampai di waktu itu, kita harus tetap hidup. “Kami dijalan untuk kalian, Kalian di rumah untuk kami”.

Tidak hanya itu,  semangat berkorban harta untuk peduli kemanusiaan juga tidak luntur dan tidak kendur.

Satukan kata,  langkah dengan perbuatan dan sikap terus diperlihatkan dengan keikhlasan,  padahal dirumah mereka,  anak dan istri,  orang tua sanak saudara  terus berpacu dengan doa,  semoga terjaga dari wabh virus corona Covid -19.

Perjuangan dan pengabdian polisi,  tidak klah hebatnya dengan perjuangan tenaga medis.  Kalau Polisi siapapun, sosoknya pasti  masih dikenal, melalui cerita kawan satu regu, karena atribut (simbol)  negara masih terlihat bahwa dia yang kita kenal.

Tim medis,  lebih  dari 4 jam harus terbungkus dengan pakaian khusus dalam menjlnkan tugas.  Pakaian yang dikenakan begitu rapat menjaga masuk udara walaupun hanya sebesar lobang jarum.

Resiko terpapar memang menjadi tugas harian. Hanya niat keikhlasan,  pekerjaan mulia inipun mampu mengalahkan segalanya.

Masyarakat Indonesia,  kalian tetap dirumah,  biarlah para jurnalis  yang mencari berita,  menyampaikan info.

Jurnalis tugas mulia, terus dan terus mencari dan menggali sumber berita.  Tugas Jurnalis adalah tanpa batas ruang dan waktu.

Begitu banyak peluang terserang dan terjangkit virus dari dan untuk masyarakat. Bagi jurnalis,  tugas mulia ini harus diperoleh dengan cara  positif,  berdasar fakta dan data akurat.  Karena Jurnalis punya tanggung jawab besar.  Tapi seringkali dipandang sebelah mata,  dari mana 200 juta rakyat Indonesia tetap mendapat informasi dan berita meskipun tetap di rumah,  disanalah peran jurnalis. Ribuan jurnalis  sungguh MENCINTAIMU,  RAKYAT INDONESIA,  MEMBANTU PERAN POLISI BERSAMA MELAWAN CORONA,  MENYEBARKAN PROGRAM DAN KEBIJAKAN  PEMERINTAH TANPA TANGGAL MERAH, .  Jurnalis juga manusia, punya kehidupan, anak dan ing selalu berdoa untuk keselmatan. Sayang perjuang jurnalis bersama  melawan corona dinilai hanya sebelah mata. Polri dan TNI serta Tim Medis menjadi perhatian penuh pemerintah,  ada anggarannya. Bagaimana dengan para jurnalis. Adakah yang peduli?   ***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *