Selamat Datang di Website Kami

Peduli Pendidikan Terdampak COVID 19, Begini Cara Polres Jaktim Bantu Pelajar Hadapi Kendala Internet

01 September 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200901-WA0026

KRINGSERSE.COM (JAK TIM) – Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur bagi-bagikan modem berikut kuota internet gratis kepada para pelajar yang kesulitan belajar daring karena mahalnya harga kuota internet.

 

Polres Metro Jakarta Timur diwakili Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Stefanus Michael Tamutuan, S.I.K.,M.Si mewakili Kapolda Metro Jaya  melaksanakan Giat penyerahan bantuan modem dari Kapolda Metro Jaya kepada para siswa-siswi SD, SMP dan SMA se – Jakarta Timur dalam rangka Kapolda Metro Jaya peduli Pendidikan dimasa  pandemi, di halaman Mapolsek Cipayung, Selasa, (1 SEP 2020).

Hadir dalam acara pembagian Modem diantaranya Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Jonter Banuarea, SH.,MH dan pejabat utama serta  para Kapolsek Jajaran Polres Metro Jakarta Timur

Hadir pula WalikotaJakarta Timur diwakili Kasudin Diknas Jaktim, Dandim 0505/JT diwakili Danramil Cipayung, ParaOrang Tua Siswa/i_ dan para Siswa- siswi penerima bantuan.

Wakapolres Metro Jakarta  Timur  AKBP Stefanus menjelaskan pada pandemi covid-19, kegiatan belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring. Banyak pelajar yang kesulitan mengikuti PJJ akibat tidak memiliki kuota.

Belum lagi pelajar harus mengikuti PJJ sepanjang Senin sampai Jumat. Setiap harinya mulai dari pagi hingga siang hari, tentunya membutuhkan kuota yang tidak sedikit.

Atas dasar kepedulian kepada pendidikan, Polri memberikan bantuan modem berikut internet gratis kepada para pelajar yang membutuhkan akibat mahalnya harga kuota internet.

Dikatakan mantan Kapolres Bitung ini,  Polri melalui program Kapolda Metro Jaya memberikan  Bantuan modem ini utk mempermudah siswa- siswi mengikuti pelajaran dimasa Pandemi.

Pihaknya pun berpesan dan menghimbau untuk tetap Pelihara dan Jaga  Sitkamtibmas Jakarta Timur agar tetap kondusif.

Patuhi Protokol Kesehatan untuk melaksanakan gerakan wajib 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).

Bersama berdoa agar pendemi Covid 19 dapat segera berakhir.

 Dengan adanya bantuan tersebut, para pelajar dapat menikmati layanan internet secara cuma-cuma .

 

Sementara itu, secara terpisah, Kasat Resnarkoba AKBP Jonter, mengatakan pemberian bantuan sosial kali ini di bidang pendidikan.  Kapolda Metro Jaya siang hari ini secara serentak membagikan modem yang bisa digunakan atau di-share oleh para palajar.

Satu modem, jelas Jonter dapat digunakan oleh empat orang pelajar selama empat bulan secara bersamaan.

“Nanti ke depan kita lihat, Saya kira masih ada nanti yang akan dilakukan Polri untuk masyarakat menghadapi situasi wabah virus Corona.” katanya.

 

Mereka yang mendapat bantuan tersebut adalah para pelajar yang mengalami kendala soal pembelian internet atau berasal dari keluarga kurang mampu. “Guru kan tahu pada saat pembelajaran itu mana yang sulit koneksinya. Saya minta agar benar-benar dibagikan kepada siswa yang kesulitan,” tegas nya.

Salah satu perwakilan guru yang hadir dalam pemberian bantuan tersebut mengaku, banyak anak didiknya yang terkendala dengan sistem belajar online.

“Setelah beberapa waktu ke belakang, banyak sekali anak-anak yang ketika diberikan tugas tertinggal karena masalah kuota internet karena tidak semua anak mempunyai uang yang cukup untuk beli paket internet,” katanya

Bahkan,  tak sedikit anak didiknya yang terpaksa bergantian ponsel dengan orangtua karena keterbatasan kuota internet.

“Jadi dengan adanya ini mudah-mudahan bisa mempermudah mereka menerima pelajaran.”


Selain internet, masalah yang tak kalah penting adalah handphone.

“Seperti yang saya bilang tadi, ada beberapa anak yang belum punya handphone dan ada yang harus bergantian dengan orang tuanya. Apalagi ada orang tua yang pagi-pagi harus bekerja diluar rumah,” katanya.

Akibatnya, mereka harus mengerjakan tugas pada waktu yang berbeda dengan teman-teman lainnya.

“Harapannya semoga setelah ini bisa lebih fokus lagi dalam pembelajaran dan tidak ada kendala atau alasan kuota.”

Rindu ke Sekolah

Para guru pun berharap, semoga pemerintah bisa terus memantau pendidikan anak-anak dan bisa segera mengatasi pandemi ini.

“Sejujurnya banyak anak-anak dan orangtua serta guru yang ingin sekolah tatap muka, tapi kan masih ada pandemi, ya enggak ada pilihan lain,” keluhnya

Terpisah, seorang siswi salah satu SMA swasta di daerah Cipayung mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Sebab selama ini ia kerap tertinggal pelajaran akibat tak punya kuota internet.

Maklum saja, dara manis tersebut selama ini hanya tinggal bersama sang ibu yang tak memiliki penghasilan tetap. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal.

“Kalau dikasih duit sama ibu, baru aku beli paket yang Rp 10 ribu. Kalau belum ada paket internet ya enggak ngumpulin tugas,” katanya

Dia dan sejumlah pelajar lainnya yang bernasib serupa tentunya berharap, pemerintah atau sejumlah pihak bisa ikut membantu meringankan beban mereka, seperti yang dilakukan oleh jajaran Polri

***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *