Selamat Datang di Website Kami

Operasi Patuh Jaya 2020 Berakhir , Lawan Arus Pelanggar Terbanyak, Tertib Berlalulintas Bukan Hanya Tanggung Jawab Polantas

07 August 2020

by Ridwan Surianto

026717200_1571224027-20191016-Pemotor-di-Jalan-TB-Simatupang-Ramai-ramai-Lawan-Arah-antonius-2

KRINGSERSE.COM ( JAKARTA)  – Pada 5 Agustus 2020 silam, hari terakhir Operasi Patuh Jaya 2020. Dalam giat kepolisian yang berlangsung sejak (23/7/2020) lalu itu, sudah menjaring ribuan lebih pelanggar lalu lintas.Seiring dengan selesainya Operasi Patuh Jaya, rencanya pihak kepolisian bakal kembali lakukan operasi rutin.

Pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran pada Operasi Patuh Jaya 2020 di wilayah Jakarta Timur. Pada  Rabu (5/8/2020), Operasi Patuh Jaya memasuki hari terakhir. “Sejauh ini tercatat 70 persen pelanggar pengendara motor, 30 persen pelanggar pengendara mobil,” kata Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Maulana Karepesina kepada media Kringserse di Kantor Sat Lantas Wil Polres Metro Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020).
Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Maulana K. Karesepina

Dari hasil operasi tersebut ada 5 pelanggaran yang tertinggi yang tercatat saat pelaksanaan operasi tersebut.

“Ada lima pelanggaran yang tertinggi dalam Operasi Patuh Jaya 2020 diantaranya pelanggaran pengemudi tidak mengenakan helm , Lawan arus, Menerobos lampu lintas , pelanggaran rambu dan marka jalan , pengunaan alat komunikasi (HP) saat berkendara ,,” ujar Kompol Maulana mantan Kapolsek Tebet, Polres metro jakarta  Selatan.

Lebih lanjut, Maulana mengatakan kendaraan roda dua tetap menjadi pelanggar terbanyak.

Sedangkan jenis pelanggaran terbanyak adalah melawan arus lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor.

Adapun jenis pelanggaran yang dilanggar para pengendara motor tersebut yakni berupa melawan arah hingga tak pakai helm. “Pelanggar paling banyak ditemui di kawasan Pasar Klender. Ya karena kan kalau mau muter panjang dia rutenya, jadi mereka cari jalan singkat lah makanya mereka lawan arah. Karena di putaran Stasiun Pasar Klender sudah ditutup, jadi putarnya jauh terpaksa mereka melawan arah,” ungkapnya.

Maulana kembali menghimbau kepada pengendara untuk tetap tertib berlalu lintas di jalan meski telah selesai pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020.

“Kita tetap mengimbau kepada para pengendara untuk tertib berlalu lintas di jalan raya, karena masalah kepatuhan ini merupakan tanggung jawab bersama. Disiplin berlalu lintas berarti anda telah menyelematkan diri dan pengguna jalan yang lain,” tandasnya.***

Seiring dengan selesainya Operasi Patuh Jaya 2020,  rencanya pihak kepolisian bakal kembali lakukan operasi rutin, memberikan  edukasi melalui kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas, dan mendukung program pemerintah dalampenegakan disiplin penerapan protokol kesehatan Covid 19 menuju masa Adaptasi Kebiassan Baru.

“Jadi Operasi Patuh Jaya 2020 berakhir dan enggak diperpanjang, kami hanya akan kembali melakukan operasi rutin kepolisan dan Covid-19,” kata Kompol Maulana.

Untuk diketahui, Operasi Patuh Jaya 2020 digelar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selain itu, polisi menyoroti kedisiplinan publik pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).

Kompol Maulana, menjelaskan meskipun Operasi patuh Jaya berakhir bukan jaminan masyarakat akan tertib berlalu lintas. Untuk mewujudkan masyarakat yang patuh dan taat akan segala aturan dalam berlalulintas bukan hanya tugas pihak kepolisian saja, akan tetapi menjadi tanggungjawab bersama, sebab muara dari tertib lalulintas adalah keselamatan berkendara yang menkadi harapan seluruh masyarakat.

untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalulinyas, jajaran satlantas polres metro jakarta timur terus berupaya melakukan peringatan kepada masyarakat salah satunya melalui  himbauan keselamatan lalulintas bagi pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat terhadap komunitas masyarakat  berkendaraan bermotor, kalangan kaum millenial dan sebagainya.

“Karena pada dasarnya permasalahan lalulintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi semua elemen harus saling mendukung untuk menciptakan situasi tersebut,” pungkasnya.*** (Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *