Selamat Datang di Website Kami

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi  AKBP  Arlon Sitinjak,  S.H., M.H “Perang Narkoba Harga Mati, Pendekatan Agama Solusi Jitu“

20 March 2020

by Ridwan Surianto

IMG_20190130_091541
Kringserse- Bekasi. : Satuan
Reserse narkoba Polres Metro Bekasi  tidak akan
mengendurkan perang melawan narkoba. Hal itu ditegaskan Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi AKBP Arlon Sitinjak,  SH., MH kepada kringserse di ruang kerja, Jumat (20/3/2020).
AKBP Arlon menggambarkannya sebagai upaya
yang ‘terus menerus dan tak pandang bulu’.
“Izinkan saya untuk mengatakannya secara lugas.
Perang melawan narkoba belum selesai perang melawan
obat-obatan terlarang tidak akan dikurangi skalanya. Bahkan, ini akan terus dilanjutkan, ditingkatkan,” katanya ketika
menjelaskan program berantas narkoba tahun 2020.
Dikatakannya, perang melawan narkoba yang dilancarkan polisi telah menewaskan banyak orang, baik akibat
pengaruh narkoba, tidak sedikit di antaranya yang tewas
dalam baku tembak dengan polisi.
Diperkirakan perang melawan narkoba ini menewaskan setidaknya ratusan orang. Namun diyakini angka
korban bisa jadi tiga kali lebih besar. “ Bagi Polri perang
melawan narkoba harga mati, yang menjadi fokusnya adalah menyelamatkan nyawa manusia’.Jadi saya pedulikan adalah nyawa manusia,” imbuh perwira yang  memperoleh penghargaan dari Kapolda Metro Jaya karena sukses mengungkap narkoba yang dikendalikan bandar dari Lapas.
Mantan kasat reskrim Polres Metro Tangerang Kota  ini menjelaskan, jika ditelisik lebih mendalam, penyalahgunaan
narkoba bukan saat ini saja, jauh sebelumnya narkoba su-
dah mewabah dimasyarakat kita.
Pelaku dan pengguna narkoba tidak hanya dikalangan masyarakat umum, di kalangan pelajar peredaran
Narkoba tidak kalah maraknya.
Kenyataan miris ini tentu menghentakkan kita
semua, khususnya dunia pendidikan kita. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah bagi terbentuknya
sumber daya manusia yang berkualitas dengan seperangkat intelektualitas, moralitas dan spiritualitas memadai, ternyata telah dicemari oleh perilaku sejumlah oknum siswa
yang tidak bertanggungjaw
Kenyataan ini juga seharusnya membelalakkan mata kita, bahwa dunia pendidikan di negeri ini sedang menghadapi sebuah ancaman besar, yakni jeratan narkoba, yang setiap saat siap menghancurkan masa depan anak bangsa ini.
“ Terbukti, jika dilihat dari kasus-kasus yang terjadi
dalam catatan akhir tahun 2018 hingga menjelang akhir tahun 2019 masalah penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja dan pelajar dapat dikatakan
sulit di atasi, karena penyelesaiannya melibatkan banyak  faktor dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan,
seperti pemerintah, aparat, masyarakat, media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain.
Peran suplier juga sangat vital, karena penyalah-
gunaan narkoba dikalangan pelajar terjadi karena korban
kurang atau tidak memahami apa narkoba itu sehingga
dapat dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (pengedar) dan bahkan terkadang mencoba-coba pada akhirnya kecanduan.
Dipihak lain, peran keluarga, orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya
akan bahaya narkoba.
Kurangnya penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan,
diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.
“ Seharusnya orangtua dapat mengontrol dan tidak
membiarkan anaknya bergaul hingga malam hari dan berkumpul pada kelompok-kelompok tertentu dalam komunitas yang dapat mencelakakan mereka, “ paparnya.
Demikian juga halnya dengan kondisi di Perkotaan,
perkampungan bahkan di pedesaan. Selain potensi banyaknya lokasi tempat hiburan yang luput dari aturan batas
usia pengunjung, saat pesta , tidak menutup kemungkinan
keberadaan warnet, apartement, losmen , penginapan,
kontrakan dan kos-kosan, termasuk keadaan rumah yang
kerap sepi dan kosong karena ditinggal orang tua, penghuni
beraktifitas kecuali hanya ada asisten rumah tangga
(ART), dan tempat lainnya memungkinkan para pelajar dan
anak-anak terjerumus dalam lingkaran narkoba.
Di beberapa kasus, saat ini, para remaja pun sudah
dapat melakukan oplosan minuman yang dicampur dengan berbagai jenis dan dapat mendatangkan kenyamanan
seperti jenis narkoba yang ada, bahkan tren terjadi dikalangan pelajar dan anak remaja adalah menghisap lem.
Hal ini bukan rahasia umum lagi dikalangan pelajar. Ini menandakan bahwa darurat narkoba riil terjadi dan harus menjadi perhatian serius.
Oleh karenanya perlu kewaspadaan semua pihak,
bukan hanya tugas Polisi semata. Kewaspadaan harus ditingkatkan baik dinas pendidikan bagi mereka yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah, dan harus ada razia khusus dikalangan pelajar baik pada jam sekolah maupun diluar jam sekolah.
Sikap ini adalah untuk pencegahan dan jika memang pelajar tersebut tertangkap untuk tidak dibela namun berikan pelajaran terbaik dengan mendampingi bukan untuk membela.
Pendekatan Agama Dari Hati ke Hati Solusi 
Utama
Peran pemerintah dalam memerangi narkoba su-
dah cukup besar dengan mendirikan lembaga seperti BNN, ada institusi Polri, demikian juga masyarakat pun ikut terlibat dalam memerangi narkoba , seperti dengan munculnya
gerakan masyarakat anti narkoba berkumpul dalam satu wadah dengan bendera Forum Masyarakat Anti Narkotika,
Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram), Gerakan Rakyat Anti
Narkotika (Granat), dan sebagainya, termasuk pelopor duta
anti narkoba dikalangan Artis. Ini semua merupakan upaya berbagai kalangan dan lapisan masyarakat untuk memberantas narkoba.
Jika kita melihat persoalan-persoalan yang terjadi
sehingga banyak jeratan narkoba hingga jatuh pada kalangan pelajar dan intelektual, maka setidaknya ada beberapa
solusi altenatif atau beberapa pendekatan bisa dilakukan seperti; Pertama, pendekatan agama. Melalui pendekatan
ini, mereka yang masih ‘bersih’ dari dunia narkoba, senantiasa ditanamkan ajaran agama yang mereka anut. Agama
apa pun, tidak ada yang menghendaki pemeluknya untuk
merusak dirinya, masa depannya, serta kehidupannya.
Setiap agama mengajarkan pemeluknya untuk
menegakkan kebaikan, menghindari kerusakan, baik pada
dirinya, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya. Se-
dangkan bagi mereka yang sudah terlanjur masuk dalam kubangan narkoba, hendaknya diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mereka
yakini.
Dengan jalan demikian, diharapkan ajaran agama yang pernah tertanam dalam benak mereka mampu
menggugah jiwa mereka untuk kembali ke jalan yang benar.
Kedua, pendekatan psikologis.
Dengan pendekatan
ini, mereka yang belum terjamah ‘kenikmatan semu’ narkoba, diberikan nasihat dari ‘hati ke hati’ oleh orang-orang yang dekat dengannya, sesuai dengan karakter kepribadian mereka.
 Langkah persuasif melalui pendekatan psikologis
ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran dari dalam hati mereka untuk menjauhi dunia narkoba.
Adapun bagi mereka yang telah larut dalam ‘kehidupan gelap’ narkoba, melalui pendekatan ini dapat
diketahui, apakah mereka masuk dalam kategori pribadi
yang ekstrovert (terbuka), introvert (tertutup), atau sensitif.
Dengan mengetahui latar belakang kepribadian mereka,
maka pendekatan ini diharapkan mampu mengembalikan mereka pada kehidupan nyata.
Ketiga, pendekatan sosial. Baik bagi mereka yang
belum, maupun yang sudah masuk dalam ‘sisi kelam’ nar-
koba, melalui pendekatan ini disadarkan bahwa mereka
merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya.
Dengan penanaman sikap seperti ini, maka mereka merasa bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga
dan masyarakat memiliki arti penting. Dengan beberapa
pendekatan di atas, diharapkan mampu menggerakkan
hati para pelajar yang masih belia dan ‘suci’ dari kelamnya
dunia narkoba untuk tidak larut dalam trend pergaulan yang
menyesatkan. Dan bagi mereka dari kalangan masyarakat
yang sudah tercebur ke dalam ‘kubangan’ dunia narkoba,
melalui beberapa pendekatan tersebut, diharapkan dapat
kembali sadar akan arti penting kehidupan ini. ***(RIDWAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *