Selamat Datang di Website Kami

Iptu Subartoyo : “Perangi Narkoba Harga Mati,  Selamatkan Anak Bangsa Dari Kehancuran Masa Depan “

23 March 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200323-WA0186
Kringserse- Jakarta. : Polisi tidak akan
mengendurkan perang melawan narkoba. Hal itu ditegaskan Panit Narkoba Polsek Kebon Jeruk,   Polres Metro Jakarta Barat,  Iptu Subartoyo ,SH., MH kepada kringserse di ruang kerja, Senin (23/3/2020).
Bartoyo,  begitu biasa disapa,   menggambarkannya sebagai upaya
yang ‘terus menerus dan tak pandang bulu’.
“Izinkan saya untuk mengatakannya secara lugas.
Perang melawan narkoba belum selesai perang melawan
obat-obatan terlarang tidak akan dikurangi skalanya. Bahkan, ini akan terus dilanjutkan, ditingkatkan,” katanya ketika
menjelaskan program berantas narkoba tahun 2020.
Dikatakannya, perang melawan narkoba yang dilancarkan polisi telah menewaskan banyak orang, baik akibat
pengaruh narkoba, tidak sedikit di antaranya yang tewas
dalam baku tembak dengan polisi.
Diperkirakan perang melawan narkoba ini menewaskan setidaknya ratusan orang. Namun diyakini angka
korban bisa jadi tiga kali lebih besar. “ Bagi Polri perang
melawan narkoba harga mati, yang menjadi fokusnya adalah menyelamatkan nyawa manusia’.Jadi saya pedulikan adalah nyawa manusia,” imbuhya
Bartoyo menjelaskan, jika ditelisik lebih mendalam, penyalahgunaan
narkoba bukan saat ini saja, jauh sebelumnya narkoba su-
dah mewabah dimasyarakat kita.
Pelaku dan pengguna narkoba tidak hanya dikalangan masyarakat umum, di kalangan pelajar peredaran
Narkoba tidak kalah maraknya.
Kenyataan miris ini tentu menghentakkan kita
semua, khususnya dunia pendidikan kita. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah bagi terbentuknya
sumber daya manusia yang berkualitas dengan seperangkat intelektualitas, moralitas dan spiritualitas memadai, ternyata telah dicemari oleh perilaku sejumlah oknum siswa
yang tidak bertanggungjaw
Kenyataan ini juga seharusnya membelalakkan mata kita, bahwa dunia pendidikan di negeri ini sedang menghadapi sebuah ancaman besar, yakni jeratan narkoba, yang setiap saat siap menghancurkan masa depan anak bangsa ini.
“ Terbukti, jika dilihat dari kasus-kasus yang terjadi
dalam catatan akhir tahun 2018 hingga menjelang akhir tahun 2019 masalah penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja dan pelajar dapat dikatakan
sulit di atasi, karena penyelesaiannya melibatkan banyak  faktor dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan,
seperti pemerintah, aparat, masyarakat, media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain.
Peran suplier juga sangat vital, karena penyalah-
gunaan narkoba dikalangan pelajar terjadi karena korban
kurang atau tidak memahami apa narkoba itu sehingga
dapat dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (pengedar) dan bahkan terkadang mencoba-coba pada akhirnya kecanduan.
Dipihak lain, peran keluarga, orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya
akan bahaya narkoba.
Kurangnya penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan,
diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.
“ Seharusnya orangtua dapat mengontrol dan tidak
membiarkan anaknya bergaul hingga malam hari dan berkumpul pada kelompok-kelompok tertentu dalam komunitas yang dapat mencelakakan mereka, “ paparnya.
Demikian juga halnya dengan kondisi di Perkotaan,
perkampungan bahkan di pedesaan. Selain potensi banyaknya lokasi tempat hiburan yang luput dari aturan batas
usia pengunjung, saat pesta , tidak menutup kemungkinan
keberadaan warnet, apartement, losmen , penginapan,
kontrakan dan kos-kosan, termasuk keadaan rumah yang
kerap sepi dan kosong karena ditinggal orang tua, penghuni
beraktifitas kecuali hanya ada asisten rumah tangga
(ART), dan tempat lainnya memungkinkan para pelajar dan
anak-anak terjerumus dalam lingkaran narkoba.
Di beberapa kasus, saat ini, para remaja pun sudah
dapat melakukan oplosan minuman yang dicampur dengan berbagai jenis dan dapat mendatangkan kenyamanan
seperti jenis narkoba yang ada, bahkan tren terjadi dikalangan pelajar dan anak remaja adalah menghisap lem.
Hal ini bukan rahasia umum lagi dikalangan pelajar. Ini menandakan bahwa darurat narkoba riil terjadi dan harus menjadi perhatian serius.
Oleh karenanya perlu kewaspadaan semua pihak,
bukan hanya tugas Polisi semata. Kewaspadaan harus ditingkatkan baik dinas pendidikan bagi mereka yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah, dan harus ada razia khusus dikalangan pelajar baik pada jam sekolah maupun diluar jam sekolah.
Sikap ini adalah untuk pencegahan dan jika memang pelajar tersebut tertangkap untuk tidak dibela namun berikan pelajaran terbaik dengan mendampingi bukan untuk membelanya.***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *