Selamat Datang di Website Kami

IPTU Herwansi Tambunan : ” Tugas Polisi Itu Sejalan Dengan Nilai Ibadah, Harus Juga Belajar Tingkatkan Ibadah “

06 October 2020

by Ridwan Surianto

IMG_20201006_120701

KRINGSERSE.COM ( TANGERANG )-   Ada nuansa yang berbeda di masjid  Al-Kautsar , berlokasi di dalam area Polres Metro Tangerang Kota. Setelah selesai sholat Dzuhur berjamaah, ada siraman rohani walaipun hanya sekedar 7 menit dengan istilah Kultum (kuliah tujuh menit).  Biasanya  imam merangkap pemberi tausiah kultum, sepanjang pantauan tim media kringserse, imam sekaligus pemberi tausiah  yang selalu berpakaian dinas polri lengkap  diantaranya adalah Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Yudhistira Midhyawan, SH.,SIK  dan IPTU Herwansi Tambunan staf unit pelayanan SIM Satlantas Polres Metro tangerang Kota.

Pada hari Selasa ( 6/10/2020)  bertempat di masjid  AL-Kautsar, Markas Polres metro Tangerang Kota , selesai mengimami sholat Dzuhur berjamaah, IPTU Herwansi Tambunan  berdiri menuju mimbar  membuka sebuah kitab Hadits lalu  menyampaikan salam  dihadapan puluhan jamaah yang tetap setia  duduk bersila dengan tetap mematuhi displin prorokol kesehatan Covid-19.

Salah satu hadits yang dibacakan  IPTU Herwansi Tambunan  adalah

عن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه ، أنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الإيمَانُ بِضْع وسبْعُونَ ، أوْ بِضْعُ وَسِتُّونَ شُعْبةً ، فَأَفْضَلُها قوْلُ لا إله إلاَّ اللَّه ، وَأدْنَاها إمَاطةُ الأَذَى عنَ الطَّرِيقِ ، والحياءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإيمَانِ » متفق عليه

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah bersabda yang maksudnya : “Keimanan itu ada tujuh puluh lebih – tiga sampai sembilan -atau keimanan itu cabangnya ada enam puluh lebih – tiga sampai sembilan. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan apa-apa yang berbahaya -semacam batu, duri, lumpur, abu kotoran dan Iain-Iain sebagainya -dari jalanan. Sifat malu adalah suatu cabang dari keimanan itu.” (Muttafaq ‘alaih)

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan Lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.Dan malu itu termasuk bagian dari iman.

Menurut IPTU Herwansi, Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhâri, no. 9 dan dalam al-Adabul Mufrad, no. 598; Muslim, 35 [58], dan lafazh hadits di atas adalah lafazh riwayat imam Muslim; Ahmad, II/414, 445; Abu Dawud, no. 4676; At-Tirmidzi, no. 2614; An-Nasâ-I, VIII/110; Ibnu Mâjah, no. 57; Ibnu Hibban, no. 166, 181, 191-at-Ta’lîqâtul Hisân ‘ala Shahîh Ibni Hibbân).

dijelaskannya, Hadits ini menunjukkan bahwa iman mencakup keyakinan dan perbuatan hati, amalan anggota badan, perkataan lisan, serta semua yang bisa mendekatkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla , juga segala yang dicintai dan diridhai-Nya, baik yang wajib maupun yang mustahabb. Itu semua masuk dalam iman.

Definisi iman  iman adalah ucapan dan  perbuatan; perkataan hati dan lisan, amalan hati, lisan dan anggota tubuh. Iman itu bertambah dengan sebab ketaatan dan bisa berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat.

Prinsip  iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota badan. Seluruh amal perbuatan, yang meliputi amalan hati dan anggota badan adalah termasuk hakikat iman.

Menurut IPTU Herwansi, program  tausiah kultum  ini  bagian dari visi dan misi  bapak Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto, SIK.,M.Hum   Bahwa ” Satu Ketauladanan Lebih Berarti Dari Seribu Arahan” dan diawali dari gagasan wakapolres metro tangerang kota  AKBP Yudhistira Midhyawan, SH.,SIK  untuk secara rutin melaksanakan kegiatan taklim  bersama seluruh personil pada hari- hari tertentu, sebagai  mengasah diri  akan fungsi dan tugas poko polri. ”  Karena  masih suasana covid-19, maka tidak mungkin dilaksanakan, karena itu salah satu  upaya beliau adalah memberikan tausiah singkat yang dilaksanakan sesudah sholat dzuhur berjamaah, kalu beliau berhalangan karena tugas  yang lebih penting, insya Alloh saya  yang menggantikan beliau, sekalian saya belajar  meningkatkan  terhadap pendalaman agama Islam, ” katanya kepada Tim Media kringserse di a Masjid Alkautsar.

Erwansi pun menjelaskan bahwa  pada hakekatnya tugas polisi itu tugas mulia sejalan dengan nilai-nilai agama,  bahkan  di semua agama. disatu sisi menjadi anggota polisi itupun banyak ujian dan godaan dalam amenjalan  kehidupan  bidang profesi sebagai anggota Polri. Anggota Polisi itu harus menjadi tauladan bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat serta lingkungannya.  Tapi disisi lain, anggota polisi dihadapkan dari berbagai hal , mislanya  yang menyenangkan dan kurang menyenangkan, tapi   harus tetap fokus bahwa  semua yang kita lakukan harus bernilai ibadah.

” Karena Polisi itu juga manusia, hidup penuh dinamika dan romantika, pastinya  menjalankan tugas mulia dan menghadapi goadaan merupakan dua sisi yang terus berlomba, Nah disela-sela  tugas  kita harus  punya tekat usahakan masih  mengenal waktu dan kewajiban terhadap Tuhan,  Selesai sholat dzuhur kita manfaatkan waktu sekitar 5 sampai 7 menit untuk membuka kitab hadits, ” tuturnya.

Ditambahkan Herwansi,  dengan kita membaca dan mendengarkan  bacaan alquran dan terjemahan, begitu juga hadits, setidaknya bisa menambah  ilmu, khususnya bagi yang menyampaikan juga bagi jamaah yang hadir mendengarkannya.

Diyakini He inirwansi,  pengabdian kepada Alloh, bukan hanya ukuran ritual wajiib, misalnya sholat, puasa , zakat dan haji saja. Profesi sebagai anggota polisi juga bagian dari pengabdian, punya nilai-nilai ibadah, supaya  kita makin kuat dan yakin dengan nilai-nilai ibadah tersebut, maka kita pun belajar mengaji dan mendengarkan tausiah melalui kegiatan binroh, yasinan setiap kamis malam jumat,  dan tausiah kultum sesudah sholat dzuhur.

” Sebelum covid-19, bapak Kapolres, dan  bapak Wakapolres bersama para pejabat dan seluruh personil rurin  mengadakan pengajian setia hari Rabu, dengan  mendatangkan para mubaligh atau penceramah dari luar internal polri, ” katanya menutup pembicaraan. ***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *