Selamat Datang di Website Kami

Berawal Dari Baliho,  Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan Tersangka King of The King

03 February 2020

by Ridwan Surianto

 

KRINGSERSE.COM- KOTA TANGERANG.  : Berawal dari keberadaan Baliho yang terpampang  di kawasan wilayah hukum Polsek Cipondoh,  Polres Metro Tangerang Kota.

Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang kota menelusuri keberadaan Baliho tersebut,  dan berhasil menetapkan tiga tersangka King of the King. Mereka adalah: Syirus Manggu Nata( 70) berperan sebagai pimpinan Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) Provinsi Banten, Fitriadi Wakil Ketua IMD dan Prapto (48) perwakilan Kota Tangerang.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Sugeng Hariyan penetapan ketiga orang dalam kasus King of The King itu berdasarkan hasil kerja keras jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota.

Baliho King of The King sebelumnya membuat geger warga di Kota Tangerang. Dalam Balihonya, King of The King berjanji bisa melunasi seluruh utang Indonesia, dan akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

Pada Baliho tersebut terdapat gambar Presiden pertama Indonesia Soekarno serta gambar perempuan yang mirip dengan gambar Nyi Roro Kidul yang selama ini beredar.

Tercantum sejumlah pengurus King of The King, antara lain Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda, Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata dan perwakilan di Kota Tangerang, Prapto.

“Setelah kami melakukan penyelidikan meningkat menjadi penyidikan. Berdasarkan baliho kami telusuri rekam jejak merekalbuymengumpulkan uang dari anggota besaran setoran lima puluh ribu rupiah hingga satu juta lima ratus ribu rupiah,”kata Sugeng dihadapan awak media,  di kantor Mapolres Tangerang, Jumat (31/1/2020).

Dalam memberikan keterangan pers,  Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKBP burhanudin,  Wakasat Reskrim KOMPOL erizal,  dan Kasubaghumas  KOMPOL Abdul Rachim.

 

Sugeng menyebutkan uang setoran yang nilai kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 1,5 juta itu ada yang diserahkan dan melalui rekening kepada tersangka Syirus.

Masyarakat kata Sugeng terlanjur percaya karena mereka dengan menyetorkan uang itu akan mendapatkan uang senilai Rp 1 hingga 3 miliar yang akan cair pada Maret 2020 mendatang.

 

“Ada pembukuan nama anggota disertai foto, alamat dan nomor telepon yang kami sita sebagai barang bukti,”kata Sugeng.

Selain buku keanggotaan, ada juga berbagai sertifikat dari berbagai perbankan. “Ini kami sedang telusuri keabsahan apakah benar atau tidak,”kata Sugeng.

Barang bukti lain adalah dua baliho yang kemudian dicopot. Sejauh ini kata Sugeng belum ada masyarakat yang melaporkan keberadaan King of the King itu. Polisi juga akan menelisik lebih jauh peran seseorang bernama Donny Pedro yang disebutkan sebagai raja diraja. Dan seorang bernama Juanda sebagai ketua umum IMD.

Kepala satuan reserse kriminal Ajun Komisaris Besar Burhanuddin menjelaskan dalam kurun tiga hari ini penyidik memeriksa dan mengamankan para tersangka dari kediaman masing-masing.

“SNM diamankan dari rumahnya di Kelapa Dua, P dari Cipondoh dan FD dari Jakarta Selatan,”kata Burhanuddin.

Seluruh barang bukti administrasi pembukuan dan sertifikat serta sebuah buku panduan ditemukan di rumah CNM di Kelapa Dua.

Burhanuddin mengatakan dalam pemeriksaan sementara jumlah anggota yang telah menyetorkan uangnya ratusan orang. Mereka dari Tangerang Raya.

Meski penyebaran berita bohong itu disiarkan melalui baliho namun info keberadaan King of the King ini beredar dari mulut ke mulut. ” Mereka belum punya markas, bahkan diantara pengurus hanya melalui telepon tidak bertemu,”kata Burhanuddin.

Di Kota Tangerang, dari sedianya 1000 baliho yang akan dipasang di seluruh Indonesia diketahui ada tujuh baliho King of The King. Tiga baliho diantaranya dipasang di Cipondoh, depan terminal Poris Plawad dan Bunderan Adipura.

Sementara itu,  ketika dikonfirmasi terkait keberadaan King Off The King,  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi juga telah memeriksa ahli pidana dan ahli bahasa untuk mengusut kasus tersebut.

Rencananya, kata Yusri, penyidik bakal melakukan gelar perkara untuk menggali apakah ada unsur pidana dalam kasus itu.

Yusri mengatakan sejauh ini polisi menduga kelompok King of The King itu melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

“Tentang penyiaran berita bohong,” ucap Yusri.***(WAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *