Selamat Datang di Website Kami

Aksi Demo Menolak UU Ciptaker Ricuh, 23 Polisi, Seorang Polwan Patah Tangan, 2 Kapolres dan Karo Ops Terluka Kena Lemparan Batu 

10 October 2020

by Ridwan Surianto

5f3b9b6189932

KRINGSERSE.COM (JAKARTA) – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut sejumlah polisi turut mengalami luka-luka pada aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung di sejumlah daerah. “Ada beberapa anggota terluka, ada yang dilempari. Contohnya seperti ini, ada Kapolres itu sampai luka, dan juga ada anggota beberapa, dilempari semuanya itu,” kata Argo dalam konferensi pers Jumat (9/10/2020).

Argo juga menyebut ada anggota intelijen luka di bagian kepala karena sempat disekap serta seorang polwan yang lengannya patah. Ada sejumlah fasilitas milik Polri yang turut dirusak. “Contohnya ambulans, ambulans yang digunakan untuk kemanusiaan pun juga ikut dirusak, ada beberapa ambulan yang dirusak,” ujar Argo.

Mantan Kabid Humas Polda metro jaya  ini juga membeberkan dampak yang dialami masing-masing Polda akibat aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah tersebut. Di Polda Sumatera Utara, terdapat 2 mobil wakil kepala rumah sakit, 1 truk Sabhara, dan 41 polisi luka; di Polda DI Yogyakarta ada 1 motor, 9 mobil dinas Polri, dan 2 pospokisi dirusak; di Polda Riau sebanyak 1 mobil dirusak dan 11 personel terluka. Selanjutnya, 2 polisi di Polda Jatim luka, 2 polisi di Polda Banten luka, 3 polisi di Polda Gorontalo terluka, dan 2 mobil di Polda Sumatera Selatan dirusak. “Di Sulawesi Selatan ada 2 motor dirusak, kantor polsek, dan 7 anggota luka; di Polda Lampung 1 pospol rusak; dan di Jakarta 6 polisi luka, serta 3 pospol dibakar dan 3 mobil dibakar,” kata Argo.

Argo mengklaim polisi telah bertindak sesuai dengan prosedur selama menangani unjuk rasa, antara lain tidak menggunakan senjata api serta berada dalam posisi bertahan. Argo mengatakan, aparat juga terus memberi imbauan kepada pengunjuk rasa untuk tidak melakukan aksi anarkistis. “Kalau misalnya massa sudah melakukan anarkis tentunya tetap ada aturan-aturan yang dilakukan oleh pihak kepolisin yaitu himbauan baik itu menggunakan TOA, imbauan-imbauan, dan terakhir melemparkan gas air mata,” kata Argo.

 

 Kapolres Metro Tangerang , Kapolres Pekalongan dan  Karo Ops Polda BantenTerluka 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto, pasca disahkan UU  oleh DPR, pada Senin S(5/10 /2020 ), sejak Selasa hingga Kamis  tiidak berada di ruang kerja,  ” Saya  sudah dilapangan dari tadi, mas ”  kata Kombes Pol Sugeng ketika  tim media kringserse menghubungi telpon selulernya  selama tiga hari berturut-turut.

Tim media menyaksikan langsung kepemimpinan  kesiagaan Kombes Sugeng  bersama wakapolres AKBP Yudhistira selalu  terdepan  bersama pasukan menahan gelombang aksi massa demo untuk tidak tembus ke Jakarta.

Sesuai dengan mottonya ” Satu Ketauladanan Lebih Berarti Dari Seribu Arahan, “, maka tidak heran perwira alumni AKPOl 1994 ini harus berada diantara perbatasan Polres Kota Tangerang dan Polres Metro Jakarta Barat.

Pada Kamis (8/10/2020), Kombes Sugeng selalu terdepan, namun karena jumlah massa lebih dari 5000 orang, tidak seimbang dengan jumlah personil, aksi masa demo pun pecah, penyekatan pengamanan pun jebol.

Akibat kericuhan aksi demo di jalan Daan  Mogot, Kota Tangerang, Banten. Kapolres metro Tangerang kota kombes Sugeng mengalami luka pada bagian hidung, diduga terkena benda yang dilempar massa.

Alhamdulillah sudah membaik, setelah ditangani tim medis,” ucap Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Jamal Alam, Kamis, 8 Oktober 2020.

Hal yang sama juga disampaikan Kasubaghumas Kompol Abdul Rohim bahwa kondisi Kapolres sudah membaik.

Kombes Sugeng  terkena lemparan batu saat menahan aksi penolakan omnibus law di Jalan Daan Mogot itu. Dalam peristiwa itu, massa berusaha menjebol barikade polisi.

Bukan hanya Kapolres Metro Tangerang Kota saja yang terluka akibat bentrok tersebut. Kasat Samapta dan seorang Polwan turut jadi korban luka-lukamengalami patah tangan.

Kapolres Pekalongan Komisaris Besar Polisi Egy Andrian Suez
Kapolres Pekalongan Komisaris Besar Polisi Egy Andrian Suez

 

Aksi demo pun melanda sejumlah daerah., di gerbang kompleks kantor DPRD Pekalongan, Jawa Tengah  massa terlibat saling dorong‎ dengan aparat kepolisian yang berjaga. Massa juga melemparkan benda-benda seperti batu dan botol air mineral ke arah polisi.

Akibatnya, Kepala Polres (Kapolres) Pekalongan Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Egy Andrian Suez dan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pekalongan Kota Komisaris Polisi Mandala Mugiharto ‎terluka usai terkena lemparan batu.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez terkena lemparan batu dan terlukan di kepala bagian kiri.

Sementara itu,  salah satu anggota polisi terkena lemparan batu, Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Amiludin Roemtaat, S.I.K, pada saat kepolisian melakukan upaya-upaya humanis membubarkan aksi unjuk rasa tersebut. Namun tiba-tiba massa yang melemparkan batu tepat ke arah kening sebelah kiri hingga mengakibatkan benjol dan berdarah.***(WAN/TIM KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *