Selamat Datang di Website Kami

66 Pelanggar Terjaring Operasi Patuh Jaya 2020 Hari Ketiga di Kota Tangerang

26 July 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200725-WA0001

KRINGSERSE. COM (TANGERANG KOTA)  – Pada hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020,  Satuan tugas penindakan dan pelanggaran Satuan Lalulintas Polres Metro Tangerang Kota mencatat ada 66 pengendara kendaraan bermotor terkena sanksi tilang karena melakukan pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh Jaya 2020 di titik lokasi sepanjang kawasan jalan Jenderal Sudirman,  dan jalan Muh. Thamrin Kota Tangerang,  Sabtu (25/7/2020).

Selain melakukan tindakan penilangan, pelaksanaan operasi patuh jaya 2020 di Kota Tangerang pada hari ketiga,  telah dilakukan teguran lisan sebanyak 120 pengendara,  sementara jenis pelanggaran adalah 3 pengendara melawan arus,  melanggar stop line ada 19 pengendara,  dan 15  pengendara tidak menggunakan Helm.

Untuk pelanggaran kendaraan yang menggunakan rotator hasilnya nihil. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota  Kompol Jamal Alam,  SH., S.I.K., M.Si kepada media kringserse melalui hubungan telepon seluler, Sabtu (25/7/2020) petang.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Jamal Alam, SH., S.I.K.,M.Si

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Hasil anev (analisis dan evaluasi) Operasi Patuh Jaya 2020 hari ketiga jumlah penindakan tilang sejumlah 66 pelanggar,  ” ujar Kompol Jamal.

Dikatakan Jamal Alam,  Operasi Patuh Jaya 2020 ini, khusus di Kota Tangerang, pelanggaran terbanyak masih didominasi kendaraan roda dua yang melawan arus.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Lalulintas Polres Metro Tangerang Kota menggelar Operasi  kepolisian terpusat bersandi Operasi Patuh Jaya 2020 selama dua pekan, dimulai Kamis, 23 Juli hingga Rabu 5 Agustus 2020.

Dalam gelaran operasi tersebut, sebanyak puluhan  personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP Kota Tangerang dikerahkan.

Ada lima poin yang menjadi sasaran khusus dalam operasi para pengendara kendaraan bermotor tersebut. Di antaranya, pengendara yang melawan arus lalu lintas, melanggar marka jalan, dan pengemudi dan pembonceng sepeda motor yang tidak mengenakan helm SNI, serta kendaraan menggunakan retator tidak sesuai peruntukannya. ***(Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *