Selamat Datang di Website Kami

Waspada Terkecoh Peredaran Dolar Murah, Ternyata Palsu

24 November 2019

by Ridwan Surianto

kasus-percetakan-dolar-palsu

– Baru-baru ini unit reskrim Polsek Pademangan Polres Metro Jakarta utara berhasil menggagalkan peredaran dolar palsu senilai miliaran rupiah. Sebanyak lima orang tersangka yang diamankan dalam kasus ini, mereka yakni DS (49), JK (45), TH (40), DM (39), serta ES (39).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto mengatakan, upaya peredaran uang palsu ini terungkap dari adanya informasi bahwa akan ada transaksi uang palsu.

Barang bukti yang diamankan kepolisian. 

Para tersangka awalnya menawarkan penukaran uang dolar dengan harga murah, yang ternyata diketahui uang yang mereka hendak edarkan ternyata palsu.

“Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang menawarkan untuk bisa menukarkan uang dolar tapi dengan rate cukup murah,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (23/11/2019).

Berdasarkan informasi yang ada, tim lalu mengirimkan informan untuk bertransaksi dengan para tersangka. Transaksi dilakukan pada 13 November 2019 yang lalu di wilayah Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara. Di sana, polisi menangkap DS, JK, dan TH

Fakta-fakta Penangkapan Pengedar Dolar Palsu di Jakarta Utara: Watermark, Pengakuan Tersa.

 

Sederet fakta yang terungkap dari adanya kasus ini.

1. Polisi jebak tersangka

Penangkapan berawal saat aparat Polsek Pademangan menyiapkan jebakan dengan membeli dolar palsu yang beredar.

Para tersangka awalnya menawarkan penukaran uang dolar dengan harga murah, yang ternyata diketahui uang yang mereka hendak edarkan palsu.

“Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang menawarkan untuk bisa menukarkan uang dolar tapi dengan rate cukup murah,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/11/2019).

Berdasarkan informasi yang ada, polisi lalu mengirimkan informan untuk bertransaksi dengan para tersangka.

Transaksi dilakukan pada 13 November 2019 lalu di wilayah Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Di sana, polisi menangkap DS, JK, dan TH.

“Dari penangkapan tersebut tim mendapatkan barang bukti 100.000 USD pada awalnya,” kata Budhi.

Dari penangkapan itu polisi kemudian mengejar tersangka ES dan DM yang berperan sebagai penyedia dolar palsu ini.

Keduanya ditangkap di wilayah Kabupaten Bogor dengan barang bukti 120.000 USD pada Kamis (14/11/2019).

Total barang bukti yang diamankan dari kasus ini yakni 220.000 USD dengan total 220 lembar.

Setiap lembar yang diamankan merupakan pecahan 100 USD.

“Jadi total barang bukti mata uang palsu yang kita amankan itu 220.000 USD dengan pecahan 100 USD. Apabila dirupiahkan bisa mencapai Rp 3 miliar,” ucap Budhi.

Selain lembaran uang palsu, polisi juga menyita barang bukti lainnya seperti alat sinar UV dan 20 rol lembar kertas atau bahan baku uang palsu.

3. Disinari UV, dolar palsu munculkan watermark

Ratusan ribu dolar palsu yang diamankan memiliki ciri-ciri khusus.

Ciri-ciri khusus berupa tanda air (watermark) membuat dolar ini sangat mirip dengan dolar aslinya.

Tanda air itu akan terlihat apabila lembaran uang palsu pecahan 100 USD ini dipancari alat sinar UV.

“Keunikan dari uang dolar palsu ini, ini kalo dilewatkan ke sinar UV ini ada terlihat watermarknya. Itu terlihat ada warna seperti watermark di dalamnya,” kata Budhi.

Pecahan 100 USD palsu ini juga sempat dibandingkan dengan yang aslinya. Secara kasat mata, gambar yang tercetak pada dolar palsu dan dolar asli tidak berbeda sama sekali.

Ketika dolar palsu disinari UV, tampak tanda air berwarna biru kehijauan di bagian kirinya dan juga di bagian logo Kementerian Keuangan Amerika Serikat pada lenbaran tersebut.

Sementara pada dolar asli yang disinari UV, tanda air tampak pada tepi lembar dan juga benang merah yang muncul di bagian kiri.

Dolar asli tidak memunculkan tanda air pada bagian logo Kementerian Keuangan Amerika Serikat.

Selain itu, bahan kertas pada dolar palsu terasa lebih tipis dibandingkan aslinya.

“Kalau kita pegang ini kertasnya, ini berbeda kertasnya. Ini (dolar palsu) lebih tipis walaupun ada watermarknya tapi kertas ini bukan standarnya kertas,” ucap Kapolres.

Diketahui,  Dolar keluaran 2006-2009, dijual Rp 8.000 per lembar

Tersangka pengedar dolar palsu yang ditangkap Polsek Pademangan membuat calon pembeli tertarik dengan membanting harga per lembarnya.

Kepada calon pembeli, tersangka beralasan dolar yang mereka jual merupakan keluaran tahun 2009 dan 2006 sehingga harganya sudah jatuh.***(wan) .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *