Selamat Datang di Website Kami

Top Tepati Janji, Fakta Baru Berburu ke Sumedang Tim Buser Polsek Pagedangan Berhasil Menangkap DPO Pelaku Kasus Perkosaan Remaja di Tangsel

24 June 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200623-WA0068

Kringserse.com -Tangsel: Top ! Kapolsek Pagedangan Kompol Efri, SH menepati janji dalam mengejar pelaku kasus Rudapaksa (perkosaan) yang  menjadi DPO atas nama DORI.

Diketahui Dori merupakan satu dari delapan tersangka pelaku Rudapaksa yang mengakibatkan korban sebut saja OR (15) akhirnya meninggal dunia. 

Dori dan seorang pelaku lainnya melarikan diri dinyatakan DPO oleh pihak kepolisian.

Atas perintah Kapolsek Pagedangan Kompol Efri, perburuan dilakukan team opsnal Polsek Pagedangan AIPDA Sopiyan, dan BRIPKA Syahrul R.SH.

Keuletan  Team Opsnal ke beberapa wilayah Jawa Barat, akhirnya menemui hasil, tersangka DPO atas nama Dori ternyata melarikan diri ke kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

 Team opsnal Polsek Pagedangan AIPDA Sopiyan dan  BRIPKA Syahrul.R SH langsung berangkat ke Sumedang.

Dikatakan Bripka Syahrul, sampai di di Kampung Jatinunggal perbatasan kampung wado.

Kemudian team opsnal bersama anggota Reskrim  Polsek Jatinunggal, Polres Sumedang mencari informasi Target/Dpo.

Ditambahkan Syahrul, disana pihaknya bertemu Kepala Desa nya. Selanjut team opsnal bergerak ke tempat TSK Dori (DPO).

Bripka Syahrul R, SH

” Tersangka Dori  status DPO didapat dirumah saudarnya di Desa Mengarjaya, dalam penyergapan DPO Dori tidak ada perlawanan, ” kata Bripka Syahrul didampingi Aipda Sopiyan kepada tim media Kringserse di Polsek Pagedangan, Selasa (23/6/2020) malam.

Selanjutya DPO Tersangka Dori  langsung dibawa ke Polsek Pagedangan, Tangerang Selatan.

 

Sebelumnya, Team Unit Reskrim Polsek Pagedangan berhasil mengungkap kebiadaban 8 pemuda yang melakukan aksi rudapaksa terhadap seorang gadis  berinisial OR(16). Akibat perbuatan biadab para tersangka, setelah dirawat di rumah sakit  beberapa hari kemudian korban meninggal.

IMG-20200614-WA0015-768x1024
Keenam tersangka berhasil diamankan di Polsek Pagedangan.

 

Sempat diberitakan pekan silam,  Kinerja Unit Reskrim Polsek Pagedangan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) di masa pandemi virus corona (covid-19) berhasil mengungkap kasus perkosaan yang mengakibatkan korban  meninggal dunia setelah dilkukan perawatan di rumah sakit. Sebut saja korban bernama  OR (16) status pelajar,  Pagedangan,  Tangserang Selatan.

Berdasarkan laporan pihak korban,  dengan Dasar dan No Pelaporan:
” LP/226/K/VI/2020/S.Pgd Tanggal 12 Juni 2020″, Setelah  menerima laporan,  Tim Unit Reskrim Polsek pagedangan bergerak cepat,  belum genap 1x 24 jam,  Polisi berhasil meringkus  para pelaku pemerkosaan

 

Dijelaskan Kapolsek , modus Operandi para Pelaku, membujuk dengan memberikan uang dan Menyetubuhi Korban secara bergiliran

Unit Reskrim Polsek Pagedangan di bawah pimpinan Kapolsek Akp Efri, S.E. dan Kanit Reskrim Ipda Margana melakukan Press Release kasus dugaan tindak pidana setiap orang degan sengaja melakukan kekerasan,tipu muslihat membujuk anak melakukan persetubuhan sebagai mana di maksud dalam pasal 81 Subs Pasal 82 UU RI No.17 Th 2016 Tentang Perlindungan Anak.

Akp Efri memaparkan Kronologis kejadian, Pada Awal bulan April 2020 terjadi perkenalan anatra tersangka 1 dengan korban di media sosial yaitu Facebook dan melakukan berpacaran di dunia maya.

Pada hari Sabtu 18 April 2020 sekitar jam 01.00 wib, tersangka 1 an FF alias CEDEM bin ADE FIRMANSYAH (Diamankan) menjemput korban dan tersangka 1 membawa korban kerumah tersangka  SDM Alias JISUNG bin JAMI warga Desa Cihuni Kec. Pagedangan kab Tangerang.

Sesampainya didalam rumah SDM Alias JISUNG bin JAMI (Diamankan), Pelaku lainya yaitu an.  DE alias BOBY bin TIMAY EPOY (Diamankan), Saudara ANj alias ANJAY bin ATA (Diamankan), Saudara RIAN ( Dalam Pencarian Orang), Saudara DORI (Dalam Pencarian Orang) dan Saudara DIKI (Dalam Pencarian Orang) sudah ada dirumah SDM Alias JISUNG dimana sebagian pelaku ada didalam rumah dan sebagian ada diluar rumah, kemudian korban meminta Pil Kuning (Pil Excimer) sebelum melakukan persetubuhan dan juga meminta uang Rp 100.000,- per Orang untuk bisa menyetubuhinya.

Atas permintaan tersebut kemudian SDM keluar untuk membeli Pil Excimer lalu sekitar 20 menit kemudian telah kembali lagi dengan membawa 3 butir Pil Excimer, selanjutnya Pil Excimer tersebut, Sementara  FF alias CEDEM  berikan kepada korban dan langsung diminum 3 butir sekaligus.

Ditambahkan Efri,  setelah meminum Pil Excimer tersebut, kelihatan korban mabuk dan bicara ngelantur (bicara kacau), Kemudian pelaku dan teman-teman pelaku menyetubuhi korban secara bergiliran dengan memberikan uang sebesar Rp 100.000,- kepada korban,. .

Akibat kejadian tersebut korban mengalami sakit dan pada tanggal 26 Mei 2020 di bawa ke rumah sakit kusus jiwa darma graha serpong, dan di ambil paksa oleh keluarganya pada tanggal 09 juni 2020 ketika kondisi korban masih sakit diambil paksa pada hari 26 Mei 2020 oleh keluarga untuk dirawat dirumah kemudian meninggal dunia pada 11 Juni 2020 dirumahnya.

Dikatakan Akp Efri,  Tempat kejadian perkara ( TKP ), Di Desa Cihuni RT 004, RW 004. Kecamatan Pegedangan Kab, Tangerang. Waktu kejadian pada hari Sabtu 18 April 2020 sekitar pukul 01:00 wib.

”  Saat ini,  para tersangka berikut Barang Bukti yang dapat di hasilkan, yaitu Satu Potong Seprei dan Satu Buah Bantal diamankan di Polsek Pagedangan,  sementara pelaku DPO dalam pengejaran karena polisi sudah mengetahui identitas pelaku,  ” kata Kapolsek Pagedangan Akp Efri.

 

Polisi Temukan Fakta Baru

Polisi terus melakukan penyelidikan kasus pemerkosaan yang dialami oleh gadis berinisial OR (16) di kawasan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang pada April 2020.

Kapolsek Pagedangan Kompol Efri (kanan), dan Kasat Reskrim Polres Tangsel Akp Muharam Wibisono (tengah) ketika menyaksikan pembongkaran makam OR

 

 

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharram Wibisono, S.I.K didampingi Kapolsek Pagedangan Kompol Efri saat menyaksikan pembongkaran kembali makam OR untuk keperluan Autopsi.

Remaja itu meninggal dunia setelah mengalami sakit usai peristiwa pemerkosaan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Polisi menemukan beberapa fakta baru. Di antaranya soal jumlah aksi pemerkosaan hingga bertambahnya pelaku.

Polisi sudah menangkap enam pemerkosa OR. Mereka ditangkap di tempat berbeda tak jauh dari lokasi pemerkosaan.

“Tersangka penyelidikan semula ada 7 orang, total ada 6 orang yang sudah tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharram Wibisono saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2020).

 

Akp Wibisono mengatakan, keenam pelaku memiliki peranan yang sama. Mereka memerkosa korban yang tak sadarkan diri usai diberi pil eksimer.

“Semua peran (pelaku) sama. Mereka sudah niat untuk melakukan persetubuhan bersama-sama,” ucapnya.

Polisi melakukan penyelidikan hingga melakukan otopsi jasad korban guna memastikan penyebab kematian.

Tim membongkar makam OR di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Tanjung Priyang, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (17/6/2020).

“Tadi ada beberapa bekas persetubuhan di tubuh korban. Bukan luka memar tapi luka persetubuhan yang ada di beberapa tubuh korban,” ujar Wibisono.

 

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sempel yang diambil oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam kurun waktu 14 hari kedepan.

Diperkosa dua periode

Sementara itu,  hasil pemeriksaan, polisi mendatapatkan fakta baru terkait kronologi kejadian.

Kapolsek Pagedangan, AKP Efri mengatakan, pemerkosaan terhadap OR ternyata terjadi dalam dua periode.

“Kasus itu terjadi dua kali. Pertama terjadi pada tanggal 10 April 2020, kemudian yang kedua kali terjadi pada 18 April 2020,” ujar Efri.

Menurut Efri, jumlah pelaku dalam dua kali aksi tersebut berbeda.

Pemerkosaan pada tanggal 10 April, dilakukan oleh delapan orang. Sedangkan pada 18 April, dilakukan oleh tujuh orang secara bergiliran.

“Jadi ada 2 rangkaian. Pertama 10 April dilakukan 8 orang, kemudian nyambung lagi 18 April dilakukan 7 orang. Itu hasil pengembangan,” ucapnya.

 

Tersangka baru

Polisi menetapkan satu tersangka baru. Kini total delapan orang yang terlibat dalam kasus itu.

Enam orang di antaranya telah ditangkap, yakni Fikri, Sudirman, Denis, Anjayeni, Diki, dan S. Sedangkan pelaku lainnya bernama Dori  baru saja di tangkp di daerah Sumedang,  Jawa Barat,  sementara Rian masih dalam pengejaran.

“Jadi ada delapan tersangka, inisial S alias K. Total yang sudah kami amankan enam orang. Kemudian satu tersangka  DPO atas nama Dori sudah berhasil ditangkap,  sedang Rian masih dalam pencarian,” kata Efri.

Efri menjelaskan, para pelaku mengaku terlibat dalam peristiwa pada 10 dan 18 April 2020.

Sementara pelaku S sempat menjembatani upaya penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan.

S mempertemukan keluarga para pelaku dan keluarga korban sebelum kasus tersebut terkuak dan ditangani polisi.

“Jadi yang mediasi itu yang saat ini jadi tersangka. Itu inisial S,” kata Efri.

 

Sementara itu,  pihak keluarga OR menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Pagedangan dan Polres Tangsel yang berhasil mengungkap kasus  kematian OR dalam waktu singkat sejak pihak keluarga melakukan pelaporan di Polsek Pagedangan.***(Wan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *