Selamat Datang di Website Kami

TOP ! DITENGAH PANDEMI COVID -19 POLSEK BEJI GAGALKAN PENYELUNDUPAN 29  KG GANJA ASAL SUMATERA

18 April 2020

by Ridwan Surianto

IMG_20200418_065220

Kringserse – Depok. : Meskipun Kota Depok dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) , Tim Unit Reskrim Polsek Beji, Polres Metro Depok berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram ganja, yang akan diantarkan ke wilayah Jakarta Timur.

Menurut Kapolrestro Depok Kombes Azis Andriansyah ditengah Pandemi Covid-19 anggota di bawah pimpinan Kapolsek Beji Kompol Fatimah, SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Ade Maulana, berhasil menangkap tiga pelaku kurir yaitu RC als R, dan dua orang kneknya HA serta MF di daerah Merak (Banten) perjalanan ke Jakarta.

Kombes Azis, menjelaskan  ketiga pelaku ini baru turun dari pelabuhan bakahuni Merak dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia B 1825 FGE, membawa 40 bungkus diduga ganja seberat 29 Kg.

“Jadi para kurir ini mendapat orderan pesanan dari Sumatra untuk diantarkan di sekitar daerah Cipinang Jakarta Timur. Dengan perjanjian setelah barang diantarkan ke tempat yang dituju dipandu lewat telepon masing-masing orang akan dibagi Rp. 4 juta sampai Rp3 juta jika barang yang diminta sudah sampai tujuan,” ujarnya, Jumat (17/4/2020).

“Belum ada catatan residivis para pelaku. Berkat informasi masyarakat langsung diselidiki anggota. Para pelaku berhasil diamankan di dalam tol merak, dalam perjalanan mengarah ke Jakarta untuk mengantarkan ganja ke seseorang bernama Agil yang hingga kini DPO,”ungkapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Beji Ipda Ade Maulana menambahkan para pelaku ini menjadi kurir dalam jaringan Lapas Cipinang.

“Ganja berasal dari daerah Sumatera Utara, Padang Sidempuan untuk dikirim ke Cipinang. Pelaku diduga kuat menjadi kurir dalam jaringan Lapas Cipinang,” jelasnya.

“Pelaku menggunakan momen pandemi virus Corona ini, dan berharap dapat mudah masuk tanpa pemeriksaan kendaraan dari petugas. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ketiga pelaku dikenakan UU No.35 Tahun 2009 Pasal 114 dan 112 Kuhp tentang penyalahgunaan narkotika jenis ganja dengan ancaman pidana paling rendah 6 tahun dan atau maksimal seumur hidup.” katanya.

Sementara bagi Kompol Fatimah,  perwira Polwan yang  malang melintang di bidang reserse menegaskan bahwa  Polri tetap komitmen perang melawan bandar narkoba,  kurir, pengedar dan pemakai adalah harga mati, ”  Jangan  coba-coba memanfaatkan momen pandemi corona covid-19, bagi polri perang melawan narkob adalah harga mati,  ” tegasnya. ***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *