Selamat Datang di Website Kami

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law di Batuceper Tangerang

15 October 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20201015-WA0001
KRINGSERSE. COM (KOTA TANGERANG)  – Polres Metro Tangerang Kota menetapkan enam tersangka terkait kerusuhan saat demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di Batu Ceper, Kota Tangerang. Kericuhan massa tersebut terjadi pada Kamis (8/10/2020).
Pada  kerusuhan tersebut,  beberapa anggota  Polres Metro Tangerang Kota  menjadi korban amuk massa mengalami luka akibat terkena lemparan batu dan benda lain termasuk  Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto,  dan seorang Polwan mengalami patah tangan. 
Kombes Sugeng saat memberikan keterangan pers didampingi Kasat Reskrim AKBP Tahan Marpaung,  Kasubaghumas Kompol Abdul Rohim,  dan Wakasat Reskrim, Rabu (14/10/2020).

 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan enam tersangka di antaranya EBP, DG, MTS, MS, S dan MI. Saat kericuhan, mereka melakukan perusakan dan menyerang tiga anggota polisi.

Tersangka pelaku kerusuhan mengakibatkan sejumlah anggota polisi luka dan kendaraan dinas rusak

 

“Saat ketiga korban tersebut berjalan ke arah objek pengamanan ternyata massa demo chaos dan sudah melempar batu ke arah petugas,” ungkap Kombes Sugeng saat memberikan keterangan pers didampingi Kasat Reskrim AKBP Tahan Marpaung,  Kasubaghumas Kompol Abdul Rohim,  dan Wakasat Reskrim, Rabu (14/10/2020).

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto
menjelaskan, keenam tersangka itu memiliki peran masing-masing. Mulai dari melakukan pelemparan batu ke polisi hingga merusak kendaraan Polres. Aksi anarkis tersebut karena ajakan dari media sosial.

“Semua dalam keadaan kondisi sadar, jadi mereka melakukan pun dalam kondisi normal. Kalau dilihat dari handphone yang bersangkutan ini ajakan yang masih bersifat ajakan,” tukasnya.

Kapolres mengatakan, setelahnya sebagian massa aksi berbalik mendekati ketiga korban dan langsung melakukan kekerasan. Tersangka EBP menendang Bripka Imam Santoso mengenai perut dan melakukan pemukulan dan pelemparan batu ke arah anggota lainnya.

Selain itu, lanjut Sugeng, ada juga massa aksi yang menendang AKP Dirgantoro mengenai pinggang dan punggung serta dipukul dengan benda mengenai jari tangan kirinya. “Dan Briptu Indah Nur Amalia ditendang dan dipukul dari belakang hingga patah tangan kanan,” katanya.

Kendati demikian keenam tersangka masih melakukan perlawanan ke arah petugas dan merusak satu unit mobol patroli Sabhara Polres Metro Tangerang Kota. “Mereka menghancurkan mobil dengan melempari menggunakan batu, memukul dengan kayu dan menginjak-injak mobil sehingga mobil rusak parah.

Namun sekitar pukul 15.00 WIB massa berangsur sepi dan berjalan menuju Jakarta, selanjutnya para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP Jo Pasal 213 KUHP dan atau Pasal 358 KUHP

Adapun ancaman hukumannya berupa kurungan penjara paling lama 9 tahun.***(Ridwan/Rozul

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *