Selamat Datang di Website Kami

Malam Ramadhan  Ratusan Orang dari Tujuh Cafe Remang-remang di Jakut Diciduk Polisi Langgar PSBB

17 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200517-WA0140-768x576

“Kami mengungkap tindak pidana sekaligus pelanggaran PSBB Pergub DKI Nomor 33 dan 41 Tahun 2020 mengenai sejumlah cafe remang-remang yang masih beroperasi selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” terang Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Mapolres, saat dikonfirmasi, di Jakarta.

0

Budhi menyebutkan awal mula pengungkapan cafe remang-remang yang masih beroperasi itu berawal dari laporan warga melalui nomor hotline tim tindak cepat Polres Metro Jakarta Utara.

“Pada pukul 03.30 dini hari tadi, kami mengamankan sejumlah 106 orang dari 7 lokasi cafe yang terdiri dari pengunjung, karyawan, penyelenggara cafe, dan wanita tuna susila di cafe tersebut,” ungkap Budhi.

Dari total 106 orang tersebut, 5 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai pemilik dan pengelola cafe remang-remang.

“Ada 5 orang tersangka dalam tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kami juga mengamankan 7 orang pemuda yang melakukan tawuran di Jalan Bugis dini hari tadi. Sehingga total 108 orang akan kita serahkan ke Pemkot Jakarta Utara untuk menerima sanksi pelanggaran PSBB sedangkan 5 orang kita periksa lebih lanjut,” tambahnya.

Menemani Pria Hidung Belang

Salah satu wanita tuna susila RD (23) mengaku dirinya terpaksa bekerja untuk menemani pria hidung belang di Jakarta karena dirinya tidak memiliki pekerjaan setelah habis kontrak bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri.

“Tahu sih sekarang sedang ada virus Corona cuman ya saya butuh makan karena sudah lepas dari keluarga. Sehari bisa menemani ke kamar setidaknya tiga tamu pria hidung belang,” bebernya.

“Saya dapat Rp 180 ribu dari total uang Rp 300 ribu yang dibayarkan tamu karena dipotong uang kamar dan soft drink,” ungkap RD yang asal Lampung tersebut.

Ia menyebutkan para bos dari cafe yang sudah beroperasi dua bulan itu dikendalikan dari Indramayu.

IP (20) perempuan tuna susila asa Indramayu yang berasal dari tempat penampungan cafe sama dengan RD juga menyebutkan dirinya terpaksa melakukan perbuatan yang melanggar kesusilaan dan norma agama itu karena kebutuhan ekonomi.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menyebutkan sesuai dengan Pergub DKI Nomor 33 dan 41 Tahun 2020 maka 108 orang yang diserahkan pihak Polres akan diberikan sanksi membersihkan fasos fasum di Jakarta Utara dengan menggunakan rompi oranye.

“Pelaku usaha (cafe remang remang) ini kucing-kucingan dengan petugas sehingga masih bisa beroperasi di saat PSBB dan bulan puasa,” pungkasnya.***(Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *