Selamat Datang di Website Kami

Polsek Serpong Ungkap Kasus Perampasan,Penganiayaan Hingga Meninggal. Tokoh Aceh Dukung Proses Hukum

12 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG20200511161850

KRONGSERSE (TANGSEL)–Seorang warga Cengkareng asal Aceh inisial MB menjadi korban massa main hakim sendiri. MB meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Hal itu disampaikan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Iman Setiawan  kepada para awak media, gelar Konferensi Pers ungkap kasus perampasan dan pengeroyokan bertempat di halaman Polres Tangsel Jl. Promoter Jl. Komp. BSD No.1, Lengkong Gudang Tim., Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan. (11/05/20)

Konferensi Pers di pimpin oleh Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan. SIk yang didampingi oleh Kapolsek Serpong AKP Supryanto, SH.SIK MSI, dan juga Kanit Reskrim Polsek Serpong.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan. SIk menerangkan kronologis kejadian, pada hari Jum,at tanggal 08/05/2020 Sekitar pukul 00.30 wib di perumahan Taman Crysant 2 Kelurahan Ciater Kacamatan Serpong Kota Tangerang Selatan yang merupakan TKP, kejadian berawal pada saat korban sedang berada di TKP dan akan mengendarai sepeda motor yang dibawa oleh korban tiba tiba pelaku MB bersama 1 orang kawanya (tidak diketahui identitasnya) sudah berada disamping pelapor dan meminta kunci kontak motor secara paksa sambil berteriak “woy kunci motor mana”,Jelas Kapolres Tangsel.

Lanjut Kapolres Tangsel, Kemudian langsung mengambil alih kemudi sepeda motor tersebut, kemudian korban teriak dan minta tolong kepada warga sekitar, Korban MB berusaha melarikan diri kearaah tandon sedangkan satu orang kawannya melarikan diri dengan mengendarai satu unit sepeda motor matic kearah granada.

Korban berhasil diamankan oleh Warga kemudian datanglah 2 orang pelaku A dan S bersama massa ke TKP dan A melakukan pengeroyokan.

Adapun peran A memukulkan tongkat T kearah kepala bagian belakang, begitu pula peran pelaku S yaitu memukulkan tongkat T yang sama kearah kepala bagian atas sehingga mengakibatkan luka robek dibagian kepala,”ungkapnya.

Selanjutnya diikuti dengan massa yang sedang berada dan melintas di TKP ,tidak lama kemudian anggota polsek serpong dan TNI yang sedang melakukan patroli tiba di TKP dan langsung berusaha membubarkan massa yang saat itu masih melakukan pengeroyokan terhadap korban MB.

Warga menyerahkan korban MB kepada Polsek serpong dalam keadaan luka dan langsung dibawa oleh personil piket Ke RSUD untuk melakukan pengobatan, namun saat mendapatkan perawatan medis korban MB meninggal dunia,”imbuh Kapolres Tangsel.

Dalam kejadian terdapat barang bukti satu unit Sepeda motor, STNK dan Kunci leter T dua buah, satu bilah pisau, togkat T, Batu, Kabel untuk mengikat korban dan satu bilah bambu.

Dalam kasus tersebut tersangka dikenakan pasal 368 KUHP dan pasal 170 KUHP.

Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat Aceh yang tergabung dalam paguyuban masyarakat Aceh  Jawa Barat-Banten Taman Iskandar Muda (TIM).

Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) Serpong Azhari Idris, bertandang ke Mapolres Tangerang Selatan, Banten. Ia dan Ketua TIM Ciputat mempertanyakan perkembangan penanganan kasus pengeroyokan yang menyebabkan Basri, warga Aceh yang berdomisili di cengkareng, Jakarta, meninggal dunia.

Azhari yang datang ke Mapolres Tangsel didampingi Ketua TIM Ciputat Amrizal, Assisten I Pemko Tangsel Rahmad Salam yang juga tokoh Aceh di sana, bertemu dengan Kapolres AKBP Imam Setiawan, SIK.

Di depan pengurus TIM yang hadir, Imam Setiawan mengatakan dua orang terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Basri meninggal dunia, sudah ditangkap oleh polisi. Sejumlah terduga lainnya sedang dalam pengejaran.

“Polisi berkomitmen mengungkap kasus ini sampai tuntas. Saat ini polisi terus melakukan penyelidikan secara maksimal. Dalam waktu dekat kami juga akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kepada publik duduk perkara tersebut,” ujar Imam Setiawan.

Pada kesempatan itu, Imam meminta para tokoh Aceh di Banten dan Jakarta untuk dapat menahan diri. Mempercayakan proses hukum 100 % pada kepolisian. Polisi juga mengharapkan Azhari dan stakholder Aceh lainnya agar dapat mengantisipasi berseliwerannya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Azhari Idris mengatakan silaturahmi pihaknya ke Polres Tangsel, dalam rangka membangun koordinasi sebagai bentuk upaya dukungan moral agar kasus tersebut diungkap secepatnya.

“Ini upaya kita bersama dalam rangka mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut sampai tuntas. Apapun cerita, upaya main hakim sendiri adalah tindakan kriminal yang pelakunya harus dihukum,” ujar Azhari.***(Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *