Selamat Datang di Website Kami

Unjuk Rasa Omnibus Law Libatkan Anak-Anak, KPAI Akan Panggil Banyak Pihak

14 October 2020

by Ridwan Surianto

aksi-new

Hal ini sangat disesali oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, keterlibatan anak-anak dalam aksi massa menolak UU Cipta Kerja itu sangat disayangkan. Terlebih lagi anak-anak ikut dalam kericuhan yang terjadi.

“KPAI sangat khawatir bila kondisi ini terus berlangsung berhari-hari. Maka trennya anak-anak akan semakin banyak yang terlibat. Dan kecenderungan demonstrasi rusuh selalu melibatkan anak-anak,” kata Jasra Putra melalui siaran tertulisnya, Selasa (13/10/2020) kemarin.

Sejumlah anak saat berada di lokasi aksi.

Melihat anak-anak banyak terlibat dalam aksi tersebut, pihaknya akan mengambil langkah untuk mengundang banyak pihak guna mengantisipasi anak-anak dalam setiap aksi massa tersebut.

“Untuk itu KPAI akan segera melaksanakan sidang pleno dengan memanggil lintas kementerian dan lembaga, OKP pelajar berbasis agama, ormas dan Forum Anak Nasional dalam urun rembug situasi yang melibatkan anak-anak ini,” tandas Jasra.

Dikatakan Jasra, anak-anak merupakan kelompok rentan yang mudah untuk terprovokasi mengikuti suatu unjuk rasa. Terlebih lagi, anak-anak dalam memahami sesuatu tak sekuat orang dewasa yang cenderung mengambil sikap yang logis.

“Karena mereka tidak sekuat orang dewasa dan muda terpengaruh. Bayangkan saja pengamanan kepolisian lebih banyak anak-anak dibanding orang dewasanya. Padahal kita tahu anak-anak hadir di aksi dan terus menjadi hal yang semakin buruk dari dampak ajakan orang dewasa,” ungkap Jasra.

Sejumlah faktor lain juga membuat anak-anak menjadi kelompok rentan dalam menerima propaganda sebuah aksi massa. Menurut Jasra, anak-anak merasa khawatir akan berlakunya sebuah aturan, dalam konteks ini UU Cipta Kerja bagi keberlangsungan keluarga mereka.

“Informasi yang diterima anak-anak, mereka khawatir aturan ini mengancam pada mereka dan orang tua. Dengan informasi yang sangat terbatas diterimanya, namun karena ramai di akun dan medsos mereka, menyebabkan mereka sampai di sini (ikut aksi),” jelasnya.***(WAN/TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *