Selamat Datang di Website Kami

Tidak Benar 300 Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Corona Covid-19

01 April 2020

by Ridwan Surianto

argo-768x576

Kringserse. com, Jakarta : Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan bahwa kabar adanya ratusan siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat, terinfeksi virus corona atau Covid-19 adalah tidak benar.

“Setukpa Sukabumi memang dari siswa kita observasi atau kita lakukan tes, jadi kita menemukan tujuh siswa yang positif corona,” tutur Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2020).

Menurut Argo, ketujuh siswa tersebut sudah diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Karamat Jati, Jakarta Timur.

“Jadi tidak benar ada ratusan siswa ratusan positif corona, tidak benar, saat ini sedang isolasi di RS Polri Kramat Jati,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Argo, siswa yang kembali ke wilayah masing-masing juga menjalani karantina sesuai protokol pananganan pandemi Covid-19.

“Siswa yang kembali ke Polda masing-masing kita isolasi. Kita cek, isolasi selama 14 hari,” Argo menandaskan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyinggung bahwa sebanyak 300 orang terdeteksi positif virus corona atau Covid-19 setelah hasil rapid test atau tes cepat yang digelar sejumlah daerah di Jawa Barat.

Dari situ, muncul fakta baru, Kota Sukabumi menjadi wilayah dengan angka tertinggi baru orang yang terdeteksi Covid-19.

“Di luar dugaan untuk tes di kota Sukabumi. Terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat,” kata Emil dalam siaran langsung Youtube Humas Jabar, Senin 30 Maret 2020.

Meski tak merinci angka kasus orang terdeteksi positif tersebut, Emil mengaku pihak Pemprov Jabar memerintahkan kepada wali kota Sukabumi untuk melakukan tes tahap kedua. Serta melakukan karantina wilayah parsial.

 

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membantah bahwa ratusan warga Sukabumi positif Covid-19.

“Yang pertama, warga Kota Sukabumi yang dilakukan rapid test itu jumlahnya adalah 60. Dan sampai saat ini dari 60 itu kita belum keluar hasilnya. Karena prosesnya berakhir hari ini,” ujar Fahmi dari rekaman video yang diterima Liputan6.com, Senin 30 Maret 2020.

Namun dia menyinggung kemungkinan adanya instansi lain di Kota Sukabumi yang juga menjalani rapid test. Hanya saja dia mengaku tidak mengetahui hasil dari tes tersebut.

“Yang dites hanya 60. Tetapi mungkin memang ada institusi lain yang melakukan proses rapid test ya saya belum dapat informasi dari institusi lain tersebut. Institusi yang ada di wilayah Kota Sukabumi tetapi bukan melakukan pemeriksaan kepada warga Sukabumi,” Fahmi menandaskan.***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *