Selamat Datang di Website Kami

Menginspirasi! Kisah Anggota Kepolisian Pertama yang Terkena Virus Corona dan Akhirnya Sembuh

06 March 2020

by Ridwan Surianto

Anggota-Kepolisian

 

Korban pertama ini adalah seorang polisi Inggris yang tinggal di kota Wuhan, Tiongkok, di mana ia mulai merasakan gejala virus mematikan tersebut pada 25 Desember 2019 lalu, sebulan sebelum pihak berwenang secara resmi mengumumkan virus tersebut.

Pria berusia 25 tahun itu berasal dari Llandudno, Wales Utara, di mana kesehariannya selain menjadi petugas juga mengajar bahasa Inggris di Tiongkok tempat Covid-19 berasal. Dan, pada awalnya ia mencoba menyembuhkan dirinya sendiri dengan wiski serta madu, yang lebih dikenal sebagai ‘hot toddy’.

“Yang saya rasakan bukan lagi sekedar flu. Seluruh tubuh saya sakit, kepala saya berdebar, mata saya terbakar, tenggorokan saya menyempit,” tulis Connor yang saat ini sudah menjadi mantan anggota kepolisian, dalam buku harian yang diterbitkan oleh Daily Mail.

“Hawa dingin telah menembus ke dadaku, dan aku menderita batuk. Ini flu, dan itu akan menghabiskan lebih dari satu gelas madu panas. Dengan atau tanpa bahan wiski ajaib, untuk membuatku merasa lebih baik,” sambungnya.

Karena merasa tubuhnya semakin memburuk Connor yang tinggal sendirian, memberi tahu atasannya bahwa ia tidak mungkin kembali bekerja selama seminggu. Bahkan, ia mengakui tulang-tulangnya sakit, sementara ia tidak bisa bangun dari tempat tidur tanpa rasa sakit.

Kucing yang mati terkena virus corona. (Foto: Dok Net)

Kucing Terkena Virus Corona

Selain itu, seekor anak kucing kecil yang sering berkeliaran di apartemen Connor, tiba-tiba tampak tidak sehat dan tidak menginginkan makanan yang ditawarkannya, tidak lama kemudian hewan tersebut mati karena terserang virus corona.

“Ini tidak rasional tetapi dalam keadaan demam saya, saya ingin pergi ke dokter Inggris,” tulisnya.

Dites oleh tim dari Universitas Tiongkok, Connor didiagnosis menderita radang paru-paru dan dikirim untuk tes kesehatan dengan mengisi kuesioner dan lain-lain yang berlangsung selama enam jam.

“Aku berkeringat, terbakar, pusing dan menggigil. Televisi menyala tapi aku tidak bisa memahaminya. Ini adalah mimpi buruk,” ungkap Connor.

Tidak Bisa Bernafas Namun Akhirnya Sembuh

Pada 6 Desember 2019, dia merasa seperti “mati lemas”’, dan menambahkan dalam komentarnya, “Saya belum pernah sakit seperti ini dalam hidup saya, saya tidak bisa mengambil lebih dari satu nafas udara dan, ketika saya bernafas, paru-paruku terdengar seperti kantong kertas yang kusut. Ini tidak benar. Saya perlu ke dokter,” kenangnya, panjang lebar.

Terakhir saat memeriksakan diri ke Dokter, pada pada 16 Januari 2020, rumah sakit memberi tahu Connor bahwa ia telah terinfeksi virus corona Wuhan.

Dan meskipun, ia senang karena sekarang sudah dinyatakan sehat oleh tim dokter, tetapi ia masih harus memakai masker wajah di luar apartemennya atau berisiko ditangkap oleh polisi Tiongkok.***(WAN) .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *