Selamat Datang di Website Kami

Masa pandemi Covid-19, Lapbas Jangan  Jadi Beban Masyarakat Bersama Jaga NKRI

31 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200530-WA0051

Kringserse – Tangerang  : Ditengah masa pandemi virus corona seluruh lapisan masyarakat akan terdampak secara ekonomi terhadap kondisi kehidupan masyarakat,  termasuk kehidupan masyarakat di Kabupaten Tangerang.

Dalam kondisi masyarakat terdampak wabah virus corona,  diharapkan anggota Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) harus punya rasa empaty dan memiliki kepekaan sosial terhadap sesama dan lingkungannya.

Sugeng Katua LAPBAS Rajeg

” Anggota LAPBAS harus membuktikan kepada masyarakat bahwa kehadirannya mampu menciptakan suasana kondusif, meringankan beban warga sekitar, kalaupun tidak bisa dengan harta,  bisa dengan tenaga melindungi masyarakat,  jangan menjadi beban masyarakat,  ” kata Sugeng Ketua LAPBAS  Kecamatan Rajeg,  Kabupaten Tangerang Provinsi Banten kepada Pemred Media Kringserse di Markas LAPBAS,  Minggu (31/5/2020).

Dikatakan Sugeng,  sampai saat ini masih ada tudingan miring,  kehadiran anggota ormas  hanya menjadi beban pemerintah, menciptakan keresahan dimasyarakat, tudingan ” Tukang palak, tukang peras, penjaga lahan yang kadang menimbulkan konflik sosial, “.

Sugeng menggambarkan filosofi seorang pendekar  hakekatnya adalah punya misi ” Amar Ma’ruf Nahi Munkar “.

Dengan akhlak dan sikap santun,  humanis mampu membela masyarakat yang bermasalah, melindungi konsumen dari sekelompok oknum masyarakat yang merugikan warga yang lainnya.

” Intinya,  rangkul kawan sebanyak-banyaknya,  jangan ciptakan musuh, bekerjalah sesuai nilai-nilai agama dan norma Pancasila,  saat ini bukan zamannya mempamerkan otot kekuatan fisik,  ” tegas Sugeng.

Ditambahkan Sugeng,  LAPBAS harus menjadi garda terdepan pelopor Bersih Kriminal,  Bersih Narkoba dan Bela NKRI harga mati.

Sementara itu,  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Tubagus Endang  saat mengukuhkan Sekretaris Jendral (Sekjen) dan Bendahara DPP Lapbas periode 2020-2025. Jumat, (6/3/2020)silam

 

Menjelaskan latar belakang dibentuknya LAPBAS.

Guna mengakomodir keberadaan Organisasi Kemasyarakatan, saat ini telah dibentuk elemen Laskar Pemuda Banten Sejati (Lapas). Didirikan Lapas ini dimaksudkan untuk mematahkan pandangan negatif terhadap keberadaan Ormas, utamanya di provinsi Banten. Didirikan organisasi pada umumnya tidak terlibat dalam ranah politik praktis alias independen. Karena apapun nama Ormas nya, mereka tinggal menunggu kehancuran jika dipimpin oleh seorang pejabat politik partai. Hal ini diungkapkan H.TB.Endang S, ketua Laskar Pemuda Banten Sejati, saat acara pembentukan pengurus Lapas di komplek Pamulang, Tangerang Selatan.

Kedepan keberadaaan Ormas tak mau lagi mendapat tudingan miring. Seperti pengalaman yang menimpa TB.Endang beberapa waktu lalu, saat dirinya berkunjung di kantor WaliKota Tangsel. Harapan hanya sekedar ingin silaturahmi, namun apa yg terjadi pegawai staf Walikota menanggapi dengan nada miring alias tak bersahabat. Apa pasal, kedatangannya terkesan meminta uang (Malak). Acapkali berkunjung selalu dianggap meminta dan meminta. Hal ini terjadi baik di kantor Gubenur, Walikota maupun kantor Dinas lainnya. Hal ini sangat disesalkan oleh TB.Endang.

Gerilyawan limbah

Gerilyawan Limbah merupakan terobosan pemberdayaan yang dilkukan LAPBAS.

Mungkin baru kali ini Anda dengar. Mereka, pengangguran yang diberdayakan oleh Laskar Pendekar banten Sejati  yang beralamat Jl. Bayangkara 1 No 32 Serpong Utara Kota Tangsel. Mereka dilatih, dan diberikan tugas, untuk mengelola, menjaga kelestarian lingkungan , sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, untuk mengurangi Pemuda pengangguran. Begitulah usaha yang dilakukan Abdul Rahman PB selaku ketua DPP Lapbas Banten , bekerja sama dengan Beberapa Pusat Perbelanjaan di tangsel. Sedangkan Ketua Umum Lakbas Abah TB Endang memberikan intruksi untuk menekan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi Para Pemuda  Yakni, mengelola limbah untuk manfaat bagi lingkungan serta memberdayakan. untuk lingkungan sekitar ,Selain itu, Lakbas sudah tersebar di beberapa DPC daerah di kecamatan di tangsel  ternyata usaha ini juga berhasil mengurangi angka penganguran  di daerah tersebut. Namun, setelah ada para pengangguran diberdayakan Lapbas  untuk mengelola limbah, minimal mampu mengurangi angka penganguran di tangerang selatan.***(Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *