Selamat Datang di Website Kami

Tertib di Jalan Jangan Tunggu Ada Polisi! Jangan ber HP Ria Dalam Berkendara

07 August 2020

by Ridwan Surianto

ilustrasi_20180304_165043
KRINGSERSE.COM ( TANGERANG KOTA) – Pasca pelaksanaan Operasi patuh jaya 2020, jajaran Saruan Lalulintas Wilayah Polres MetroTangerang Kota  akan terus memberikan edukasi melalui berbagai kegiatan kepada masyarakat, khususnya  kaum millenial.  Hal itu bertujuan sebagai langkah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya itu, tujuan lain yang ingin dibentuk adalah tumbuhnya kesadaran pengguna jalan tentang pentingnya berlalu lintas.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kasat Lantas Polres MetroTangerang Kota Kompol Jamal Alam, SIK.,M.Si saat kegiatan patroli mobile sekaligus memantau kondisi lalulintas dan kegiatan anggota lalulintas dalam tugas gatur lalin,Jumat (7/8/2020) pagi.

 

” Karena itu, pesan khusus kepada anak-anak muda kaum millenial, utamakan keselamatan berlalu lintas bukan karena ada polisi atau tidak ada polisi. Artinya keselamatan sekarang ini adalah murni kebutuhan. Hargai keselamatan anda sendiri dan orang lain,” kata Kompol Jamal kepada media kringserse.com. .

“Patuhi dan tertib berlalu lintas dalam berkendara, jangan menggunakan handphone saat berkendara, karena konsentrasi kita pasti akan terhindar,” ujarnya..

Jamal  menjelaskan salah satu penyumbang angka terbesar kecelakaan lalu lintas adalah generasi millenial yang berusia produk dari 17 hingga 35 tahun.

“Jumlahnya hampir 56 persen rata-rata usia produktif, dominasi kendaraan roda dua,” katanya..

Lebih lanjut, salah satu program Satlantas Polres metro tangerang kota melalui Kanit Dikyasa bersinergi dengan Unit Binmas untuk mengkampanyekan keselamatan berkendara menggandeng beragam komunitas untuk berpartisipasi. Pertama kegiatan sosialisasi dikalangan komunitas pengguna sepeda motor, bukan tanpa alasan, komunitas ini dirasa tepat untuk dijadikan agen penyebar informasi.

“Komunitas yang mana ikut mengkampanyekan bahwa kaum millenial jangan sampai menjadi korban laka lantas fatalitas meninggal dunia,” kata Jamal..

” Kamipun akan melakukan pendekatan  dikalangan ibu-ibu, dan emak-emak muda. Ibu-ibu sangat open terhadap masalah-masalah terkini, sekarang kita manfaatkan komunitas ini, Ibu-ibu ini sebagai agen kita, jangan sampai anak-anak saudara-saudara kita menjadi korban, akibat  ugal-ugalan berkendara, baik dijalan raya maupun diperkampungan, yang sedang trend seberapa banyak geberasimillenial ber HPria dalam berkendaram, ” ujarnya. .

“Sayang kan gara-gara pakai handpone dalam berkendara akhirnya menjadi korban, ibu-ibu ini komunitas yang sangat cepat menyebarkan informasi,” ungkap perwira AKPOL 2003.***. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *