Selamat Datang di Website Kami

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Kawal Jenazah Virus Corona

06 April 2020

by Ridwan Surianto

virus_korona_185005_small

Kringserse.com– Jakarta.  : Guna mengawal para jenazah korban virus corona yang mendapat penolakan dari warga saat dikebumikan di wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya bentuk Tim Khusus.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengungkapkan, Tim Khusus itu merupakan personel Ditsamapta Polda Metro Jaya yang sudah diberikan pelatihan khusus untuk mengantisipasi penolakan warga.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebutkan, Tim Khusus tersebut juga akan bertugas mencegah pihak keluarga korban virus corona atau covid-19 yang memaksakan diri untuk ikut memakamkan jenazah.

 

“Tim ini dibentuk untuk antisipasi penolakan warga terhadap korban Virus Corona dan antisipasi pihak keluarga yang memaksakan diri ikut ke makam,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Minggu (5/4).

 

Untuk sementara ini, Tim Khusus dari Polda Metro Jaya tersebut akan fokus di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur Jakarta Barat dan TPU Pondok Rangon Jakarta Timur. Mulai hari ini Minggu 5 April 2020, tim tersebut juga sudah bergerak melakukan patroli agar selalu siap siaga dalam memberikan pengawalan jenazah korban virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

 

“Ini sebagai wujud kesiapsiagaan Polri dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di dua TPU tersebut,” imbuh Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Prosedur Standar WHO Tentang Pemakaman Jenazah Terinfeksi Covid-19

Sementara itu,   jenazah pasien penyakit dari virus Corona (Covid-19), memang harus mendapat perlakuan khusus. Jenazah dengan penyakit seperti ini tak bisa sembarangan dikuburkan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 dari dalam tubuhnya.

Tindakan itu mesti dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Utama RSI Jakarta Sukapura-Muhammadiyah COVID-19 Command Center Dokter Umi Sjarqiah, Sp.KFR, MKM, menerangkan, sebelum akhirnya jasad dimasukan ke peti, ada prosedur panjang yang harus dilakukan petugas pengelola jenazah.

“Semua harus waspada apa-apa yang ada di sekitar jenazah pasien Covid-19 dengan prinsip-prinsip desinfeksi yang berlaku,” ujarnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta.

Hal pertama yang harus dilakukan tentu memandikan jenazah dengan prinsip disinfektan yang benar. Berikutnya, penanganan jasad jenazah pasien COVID-19.

Lalu, bungkus jenazah dengan plastik. Kemudian kain kafan, dan plastik lagi. Jika sudah jasad dimasukan ke dalam kantung jenazah, baru setelah itu masukan ke dalam peti.

“Begitu susunannya dan ini harus diketahui masyarakat semua,” tutur dr Umi.

Berikut beberapa hal penting selama pengurusan jenazah pasien COVID-19. Cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian memakai sarung tangan

Lalu memakai masker. Selanjutnya, memakai kacamata serta penutup kepala.Gunakan gaun dan sepatu alat pelindung diri

Selain itu, dr Umi pun memaparkan, poin-poin tersebut harus dilakukan keluarga dari jenazah yang melakukan takziah.

“Kami sarankan keluarga tidak mendekat ke liang lahat jenazah. Bahkan jika bisa lakukan takziah melalui daring (online),” tutupnya.***(WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *