Selamat Datang di Website Kami

Ketua KPK RI periode 2019-2024, Komjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. menjadi narasumber pada program perkuliahan jarak jauh (PJJ) serdik Sespimmen dikreg ke 60

13 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG-20200513-WA0017

KRINGSERSE  (LEMBANG)  – Ketua KPK RI periode 2019-2024, Komjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. menjadi narasumber pada program perkuliahan jarak jauh (PJJ) serdik Sespimmen dikreg ke 60 dari gedung KPK, Rabu (13/05/2020).

Tema perkuliahan yang diangkat oleh Kabaharkam Polri periode 2019 yaitu “Membangun budaya anti korupsi”. Perkuliahan ini diikuti oleh 241 serdik sespimmen melalui daring dengan menggunakan salah satu platform yang hadir di Indonesia.

Dalam kuliahnya, Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini memaparkan bahwa fenomena korupsi di Indonesia terjadi karena 3 hal, yaitu:

1. Sistem yang salah. Kesalahan sistem tersebut bisa karena sistemnya yang lemah, atau gagal, atau kerena sistemnya buruk.
2. Faktor dominan perilaku, yaitu sifat kerakusan (greed) dan peluang (opportunity)
3. Mekanisme pencegahan yang lemah atau tidak optimal.

Pria kelahiran Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan ini menjelaskan bahwa tugas pokok KPK sesuai Pasal 6 undang-undang RI No 19 Tahun 2019 antara lain:

1. Tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi.
2. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.
3. Monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.
4. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi.
5. Penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.
6. Tindakan untuk melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Mantan Kapolda NTB ini juga merumuskan 3 pendekatan dalam pemberantasan korupsi, yaitu:
1. Pendekatan pendidikan masyarkat (public education approach).
2. Pendekatan pencegahan (preventive approach).
3. Pendekatan penindakan (Law Enforcement approach).

Menutup perkuliahannya, Firli berpesan kepada seluruh serdik Sespimmen Dikreg Ke 60 bahwa kekuasaan dan peluang dapat menyebabkan timbulnya korupsi. Untuk menghindari diri dari tindak korupsi agar menjaga integritas pada saat berdinas nantinya.****(Ridwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *