Selamat Datang di Website Kami

Kapolsek Serpong : ” Antisipasi Tindak Kejahatan Masa Pandemi Corona Selama Ramadhan di Serpong “

09 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG_20200508_081936

KRINGSERSE (TANGSEL)   :
– Aksi tindak kejahatan selama penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi virus Corona atau Covid-19 selalu menghantui masyarakat,  bahkan menimbulkan keresahan, termasuk diwilayah hukum  Polsek Serpong,  Polres Tangerang Selatan.


Menurut Kapolsek Serpong AKP Supriyanto,  S.I.K. ,M.Si meski ada keresahan,  namun wilayah Serpong terbilang  relatif  signifikan dan situasi kamtibmas masih aman terkendali dan kondusif.

 

Bagi polri,  lanjut  Akp Supariyanto ditengah  masa pandemi  virus corona,  bagaimana polisi menjalankan tugas secara maksimal, tetap selalu menghimbau masyarakat untuk tetap patuhi aturan protokol kesehatan covid-19 dan patuhi maklumat Kapolri dan pemerintah terhadap pemberlakuan penerapan PSBB dan pembatasan lalulintas mudik.

Disisi lain,  polri tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara prima, memberikan rasa aman kepada masyarakat umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun 1441 H.

Menekan penyebaran wabah vorus corona terhadap masyarakat terdampak secara ekonomi,  pihaknya bersama TNI dan pemerintah  juga para stakeholder terus menjknkn program peduli covid-19, salah satunya dengan program kegiatan  bantuan  sosial berupa  bantuan sembako.

Tim URC polsek Serpong rutin melaksanakan patroli malam dan razia ops cipta kondusif

 

 

“Namun, ketika ada kejahatan terjadi, kami tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Ini untuk memberikan jaminan ke masyarakat dan mengurangi ruang gerak para penjahat,” jelas Supriyanto kepada media kringserse di kantornya,  Sabtu (9/5/2020).

Mantan Kapolsek Kelapa Dua,  menjelaskan, naik dan turunnya kriminalitas tentunya banyak faktor yang mempengaruhi

Memang, penanggulangan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia bukan hanya berdampak kepada pekerja formal dan informal. Hampir di semua aspek kehidupan terganggu.

” Apalagi mereka yang kehilangan penghasilan harian,” kata mantan Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, para pelaku kejahatan memanfaatkan situasi saat semua fokus kepada penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Polri, melakukan upaya untuk menangani faktor penyebab dan pendorong orang melakukan kejahatan dengan bimbingan dan penyuluhan untuk memanfaatkan waktu di rumah (work from home)

 

Supriyanto mengatakan, masa pandemi ini curat dengan modus pencurian rumah, dipastikan menurun. Alasannya, karena orang banyak di rumah.

Sekarang, kata dia, yang sedang marak terjadi dibeberapa wilayah adalah pencurian di minimarket danaksi kejahatan jalanan.

Dikatakan Kapolsek Serpong ada sejumlah upaya dari polisi meredam kejahatan selama pandemi Corona.

“Menghadapi semua ini, pertama sesui perintah pimlinan,  kita melakukan pemetaan, mana kriminal tinggi misalnya kayak bongkar minimarket, begal, dan hoaks.

Pemetaannya dilihat dari jenis kejahatannya, jam rawannya, hingga modusnya seperti apa. Setelah itu dibentuk tim khusus untuk mengawasi dan menjaga tempat-tempat yang rawan.

“Apa tim khususnya? Untuk Polsek Serpong ada tim khusus unit reaksi cepat,  selain iti selalu bergabung dengan Polres Tangsel sudah ada Tim Vipers.  Jadi lebih meningkatkan patroli di wilayah yang sudah dipetakan itu yang rawan itu. Setelah itu adakan razia di jam dan tempat rawan tapi dengan waktu berbeda-beda biar orang nggak bisa baca,” katanya.

Langkah lain yang dilakukan adalah preemtif dan preventif. Langkah preemtifnya, polisi mengimbau masyarakat supaya ikut berpartisipasi menjaga lingkungannya di masa pandemi Covid-19 ini.

Kemudian masyarakat diimbau kalau pergi ke luar jangan sendirian, minimal berdua dan tidak membawa barang-barang yang bisa memancing tindak kejahatan, serta mencari rute yang aman.

“Terakhir, kami kepolisian akan menindak tegas dan terukur bagi para pelaku-pelaku yang coba meresahkan masyarakat,” kata Alumni Akpol 2009.

Selain itu, berkoordinasi dengan Camat dan lurah untuk program mendorong solidaritas.

Artinya masyarakat yang tidak terdampak secara ekonomi kepada masyarakat terdampak sehingga kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi.

“Tentunya supporting data masyarakat terdampak secara ekonomi harus benar-benar akurat, arahan Bapak Presiden untuk Bansos pusat sebagian ditempatkan di Polres-Kodim, Polsek dan Koramil, satgas dibentuk untuk respons cepat bila ada masyarakat yang terdampak namun tidak terdaftar atau terdata,” jelas kapolsek.

“Kegiatan preventif juga dilakukan setelah analisa dan evaluasi (anev) yang mereka lakukan ada peningkatan jumlah kejahatan dengan giat patroli dan penjagaan di tempat-tempat rawan terjadi kejahatan,” imbuh dia.

Supriyanto mengatakan, penegakan hukum dengan upaya pengungkapan kejahatan yang terjadi juga terus dilakukan oleh Jajaran Reskrim termasuk menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Lalu, apakah kenaikan angka kejahatan ini berkaitan dengan puluhan ribu narapidana yang dibebaskan secara bersyarat oleh Kemenkumham dalam rangka pandemi Corona? Dia mengatakan, setiap hari juga ada narapidana yang bebas setelah menjalani hukuman.

“Intinya kita akan lakukan upaya pencegahan dan pengungkapan kasus yang terjadi,” kata Supriyanto. ***(Ridwan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *