Selamat Datang di Website Kami

Operasi Patuh Jaya 2020 Berakhir, 99.835 Kendaraan Langgar Aturan, Inilah Datanya

07 August 2020

by Ridwan Surianto

dirlantas-polda-metro-kombes-sambodo-purnomo-yogo

KRINGSERSE.COM( JAKARTA )- Operasi Patuh Jaya 2020 baru saja berakhir Rabu (5/8/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menginformasikan, selama operasi tersebut dilaksanakan, hampir 100 ribu pelanggaran terjadi.

“Untuk operasi patuh kemarin, kita sudah selesai laksanakan selama 14 hari. Dan dari 14 hari itu hampir 100.000 pelanggaran terjadi, tepatnya 99.835 ya. Dari 99.835 kendaraan yang melanggar itu, sebanyak 34.152 diberikan sanksi tilang. Sedangkan untuk 65.683 kendaraan hanya mendapat sanksi teguran,” terang Kombes Sambodo di Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Polisi juga lakukan penilangan kepada pelanggar. 

Kombes Sambodo juga menyebut, untuk pelanggaran terbanyak adalah pengendara yang melawan arus lalu lintas baik itu kendaraan motor atau mobil.

“Untuk pelanggaran yang terbesar melawan arus, termasuk di antaranya melanggar arus busway, dan lain-lain. Tercatat ada 9.899 pelanggar, hampir 10.000 ya,” tandasnya.

Jakarta Timur

Pengendara sepeda motor melawan arus menjadi pelanggar terbesar
– Pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran pada Operasi Patuh Jaya 2020 di wilayah Jakarta Timur. Hari ini, Operasi Patuh Jaya memasuki hari terakhir. “Sejauh ini tercatat 70 persen pelanggar pengendara motor, 30 persen pelanggar pengendara mobil,” kata Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Maulana Karepesina kepada wartawan.

Adapun jenis pelanggaran yang dilanggar para pengendara motor tersebut yakni berupa melawan arah hingga tak pakai helm. “Pelanggar paling banyak ditemui di kawasan Pasar Klender. Ya karena kan kalau mau muter panjang dia rutenya, jadi mereka cari jalan singkat lah makanya mereka lawan arah. Karena di putaran Stasiun Pasar Klender sudah ditutup, jadi putarnya jauh terpaksa mereka melawan arah,” ungkapnya.

Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Maulana Karepesina

Operasi Patuh Jaya 2020 berlangsung dari 23 Juli 2020 hingga 5 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dihelat guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, serta disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Jakarta Barat

 Operasi Patuh Jaya yang digelar di wilayah Jakarta Barat selama 14 hari belakangan berhasil menjaring sebanyak 5.435 pelanggar lalu lintas.

Jumlah pelanggaran tersebut menurun dibanding Operasi Patuh Jaya 2019.

Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Wilayah Jakarta Barat Kompol Purwanta.

Total pelanggar lalu lintas tersebut dipaparkannya, merupakan hasil Operasi Patuh Jaya yang digelar pihaknya sejak Kamis (23/7/2020) sampai dengan Rabu (5/8/2020).

“Total ada 5.435 kendaraan ditindak, rinciannya sebanyak 1.807 kendaraan diberikan tilang dan 3.628 kendaraan dikenai sanksi teguran,” kata Purwanta saat dikonfirmasi pada Kamis (6/8/2020).

Walau terbilang besar, Purwanta menyebutkan ada penurunan angka penindakan tilang dan peneguran dibanding Operasi Patuh Jaya tahun 2019 lalu.

Hal itu dapat dilihat dari penindakan di hari ke-14.

Kasat Lantas Polres metrojakarta barat Kompol Purwanta

Di tahun 2019 lalu pihak Satlantas Jakarta Barat menilang 957 pengendara di hari ke-14.

Sementara di tahun 2020 jumlah pengendara yang ditilang di hari ke-14 hanya sebesar 127 pengendara.

“Penurunannya sampai 86,73 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara, Satlantas Jakarta Barat melakukan peneguran sebanyak 700 pengendara pada hari ke 14 Operasi Patuh Jaya 2019.

Sedangkan, peneguran pelanggaran hingga hari 14 Operasi Patuh Jaya tahun 2020 hanya sebanyak 220 pengendara.

Sehingga terjadi penurunan sampai 62,86 persen untuk sanksi peneguran.

 

Kota Tangerang

 

Satuan Lalu Lintas Polres Metro Kota Tangerang sejak 23 Juli-5 Agustus 2020 telah melaksanakan Operasi Patuh Jaya Kalimaya 2020. Berdasarkan data, selama 14 pelaksanaan operasi tersebut, Polres Metro Kota Tangerang telah melakukan penindakan kepada 4.044 pelanggar lalu lintas dengan mengeluarkan 1.169 surat tilang.

Kasat Lantas Polres Metro Kota Tangerang, Kompol Jamal Alam mengatakan selain itu jajarannya juga  teguran lisan kepada 2.875.

Dari hasil operasi tersebut ada 5 pelanggaran yang tertinggi yang tercatat saat pelaksanaan operasi tersebut.

“Ada lima pelanggaran yang tertinggi dalam Operasi Patuh Jaya Kalimaya 2020 diantaranya pelanggaran pengemudi tidak mengenakan helm sebanyak 334, Lawan arus sebanyak 217, Menerobos lampu lintas sebanyak 186, pelanggaran rambu dan marka jalan sebanyak 141, pengunaan alat komunikasi (HP) saat berkendara sebanyak 15 sisanya pelaggaran yang lain,” ujar Kompol Jamal perwira AKPOL 2003, mantan Kasi BPKB Subditregident Ditlantas Polda Jateng.

Kompol Jamal kembali mengimbau kepada pengendara untuk tetap tertib berlalu lintas di jalan meski telah selesai pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020.

“Kita tetap mengimbau kepada para pengendara untuk tertib berlalu lintas di jalan raya, karena masalah kepatuhan ini merupakan tanggung jawab bersama. Disiplin berlalu lintas berarti anda telah menyelematkan diri dan pengguna jalan yang lain,” tandasnya.

Depok

Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Erwun Aras Genda

 

Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Erwin Aras Genda berdasar data selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020 sebanyak 2.600 pengendara ditindak dan 4.600 lainnya diperingatkan.

“Dari awal pelaksanaan Operasi Patuh Jaya mulai dari Kamis (23/7/2020) hingga Rabu (5/7/2020) data yang masuk untuk pelanggar maupun teguran kita paling tinggi untuk wilayah Polda Metro Jaya,” ujarnya didampingi Kasubag Humas Polrestro Depok AKP Elly di Mapolrestro Depok.

Perwira jebolan Akpol 2003 ini menuturkan konsep yang dijalankan anggota selama Operasi Patuh Jaya ialah langkah prepentif 40 persen, Preemtif 40 persen, dan Represif 20 persen.

“Pelanggaran rata-rata tertinggi adalah lawan arus dan tidak menggunakan helm bagi kendaraan motor,” ungkapnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Malang Jawa Timur ini menambahkan titik rawan lawan arus paling banyak melanggar ada di Jalan Raya Bogor, Gerbang Tol Cisalak 1, dan Jalan Nusantara.

“Tiga titik rawan arus diketahui cukup berbahaya dan bahkan rawan kecelakaan. Sedangkan bagi yang tidak menggunaka helm ada di Jalan Siliwangi, Tole Iskandar dan Margonda,”tambahnya.

Selama operasi, lanjut Kompol Erwin, tidak ada barang bukti kendaraan yang disita. Namun untuk penahanan berupa surat-surat kendaraan berupa STNK.

“Pelanggar sebanyak 80% laki-laki lalu sisanya perempuan. Umur rata-rata dewasa dan tertinggi karyawan dengan pelanggaran dimulai pukul 06.00 WIB sampai 8.00 WIB,

Tangsel

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya kali ini berbeda dengan operasi di tahun sebelumnya.

“Dan untuk operasi patuh ini sifatnya hunting. Kita hunting di beberapa titik. Kita bagi jumlah personel, apabila ditemukan pelanggaran langsung dilakukan tindakan ditempat,” ujar Bayu saat dikonfirmasi,

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando

Satuan Lalu Lintas Polres  Tangerang Selatan sejak 23 Juli – 5 Agustus 2020 telah melaksanakan Operasi Patuh Jaya Kalimaya 2020. Berdasarkan data, selama 14 pelaksanaan operasi tersebut, Polres Metro Kota Tangerang telah melakukan penindakan kepada pengendara dengan  sanksi tilang 1880 pengendara,  melakukan tindakan berupa teguran sebanyak 3887 pengendara, dengan total  5717 pengendara  selama 14 hari kegiatan  operasi patuh jaya 2020***(WAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *