Selamat Datang di Website Kami

Operasi Ketupat 2020 Dilarang Mudik, 7.748 Kendaraan yang Nekat Mudik Harus Putar Balik

02 May 2020

by Ridwan Surianto

IMG20200430093617

KRINGSERSE (TANGERANG) Operasi Ketupat 2020 telah berlangsung selama beberapa hari di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dalam operasi itu para pengendara yang hendak melakukan mudik dan melewati Jakarta akan diminta untuk memutar arah balik.

Dalam pantauan Tim Media Kringserse, di gerbang tol Bitung – Tangerang arah Merak, tampak terlihat Wakasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Mbarep Susilo turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truk tertutup.

Wakasat PJR Kompol Mbarep melkukan pemeriksaan kendaraan truk

Sementara 60 personil gabungan TNI,  Polri dan Dishub secara ketat melakukan pemeriksaan setiap kendaraan keluar gerbang tol Bitung arah Merak,  Kamis (30/4/2020) pagi.

Dijalan alteri  Tangerang – Serang tepat dibawah jembatan tol Bitung batas  wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Banten, petugas gabungan Polres Tangerang Selatan, TNI, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan terhadap kendaraan sepeda motor,  mobil pribadi,  angkutan penumpang dan truk  yang melanggar aturan dipaksa untuk putar balik.

Komlol Mbarep Susilo

 

Menurut Kompol Mbarep,  kendaraan yang dipaksa putar balik lantaran melakukan mudik,  ” katanya kepada Tim Media Kringserse.

Dikatakan Kompol Mbarep Susilo,   Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang masyarakat untuk mudik lebaran sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Aturan tersebut resmi diberlakukan sejak 24 April 2020.

Pos penjagaan di pos chek poin Bitung

 

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Bayu Kaslan dihubungi terpisah melalui telpon seluler membenarkan  penyekatan  dilakukan personil gabungan Polres Tangsel, TNI,  Dishub dan Satpol PP penjagaan di POS Bitung.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Rachmat Sumekar

Hal yang  sama di dikatakan  Kasat Lantas Polres Metro Bekasi  AKBP Rachmat Sumekar ,  ribuan  kendaraan sudah diputarbalikan di jalur gerbang tol Cikarang Barat.

Sepekan Ops Ketupat 2020 Dilarang Mudik,  7.748 Kendaraan Diputarbalik

Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mencatat selama sepekan sejak operasi tersebut digelar pada 24 hingga 30 April tercatat sebanyak 7.748 kendaraan diberi sanksi untuk putar balik saat hendak keluar wilayah Jadetabek.

 

“Jadi dalam Operasi Ketupat 2020 dari 24 April hingga 30 April, sebanyak 7.748 kendaraan diputarbalikan. Mereka di putar balikan lantaran hendak melakukan mudik,” demikian kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalm keteranganya kepada pewarta, di Jakarta, Jumat (01/05/2020).

 

Kombes Sambodo menyebut kendaraan paling banyak yang diputarbalikan berada di Tol Cikarang Utama, Bekasi.

Dia juga menyebut kendaraan yang berada di jalur alteri yang akan melakukan mudik diputarbalik.

 

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo

 

 

 

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengemukakan 7.748 kendaraan itu terpergok mau keluar wilayah Jadetabek berdasarkan hasil giat operasi yang dilakukan di pos pengamanan terpadu yang didirikan di gerbang pintu Tol Bitung arah Merak dan Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, serta 16 pos pemantau terpadu lainnya yang tersebar di jalan arteri di wilayah Jadetabek.

Sambodo mengatakan bahwa dari 7.748 kendaraan yang diputar balik, 705 diantarnya merupakan kendaraan sepeda motor. Sebagian besar pengendara sepeda motor itu diputar balik saat hendak keluar wilayah kabupaten Bekasi menuju Karawang melalui jalan arteri Kedung Waringin.

Sementara, berdasar data Ditlantas Polda Metro Jaya diketahui bahwa pada 24 April atau hari pertama Operasi Ketupat dan Larangan Mudik tercatat 1.873 kendaraan diputar balikkan di gerbang pintu Tol Bitung arah Merak dan Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat.

Kemudian di hari kedua, 25 April 2020 jumlah kendaraan yang diputar balikan menurun menjadi 1.293 kendaraan. Penurunan jumlah kendaraan yang diputar balikan juga terjadi di hari ketiga, 26 April yakni menjadi 875 kendaraan.

Di hari keempat pada 27 April terjadi peningkatan jumlah angka kendaraan yang diputar balikan yakin berjumlah 882 kendaraan. Peningkatan jumlah kendaraan yang diputar balik juga kembali meningkat di hari kelima pada 28 April, yakni sebanyak 886 kendaraan. Kemudian di hari keenam pada tanggal 29 April jumlah kendaraan yang diputar balik yakni sebanyak 1.097 kendaraan.

Polda Metro Jaya sendiri telah mendirikan 18 pos pengamanan terpadu dalam rangka Operasi Ketupat dan Larangan Mudik Tahun 2020. Sebanyak 18 pos pemantauan tersebut tersebar di titik-titik perbatasan wilayah Jakarta.

Dari 18 pos pengamanan dua diantaranya didirikan di gerbang pintu tol utama keluar wilayah Jakarta, yakni pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, dan pintu Tol Bitung arah Merak.

Sementara 16 pos pengamanan terpadu lainnya tersebar di beberapa wilayah perbatasan Jakarta. Diantarnya, sebanyak lima titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Kota; yakni Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung. Sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Selatan; yakni Jalan Raya Puspiptek dan Kecamatan Curug.

Kemudian, sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Depok; yakni Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam.

Selanjutnya, sebanyak tiga pos pengamanan terpadu di Bekasi Kota; yakni Sumber Arta, Bantar Gebang dan Cakung. Serta empat pos pengamanan terpadu di Bekasi Kabupaten; yakni Cibarusah, Kedung Waringin, Bojong Mangu, dan Pebayuran.

 

Sebagai sanksi, pengendara diminta kembali ke arah kedatangan. “Jumlah kendaraan yang diputarbalikkan selama lima hari, total 5.809 kendaraan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (29/4/2020).

Dari 5.809 kendaraan yang diputarbalik, 466 di antaranya pengendara motor.

Pelanggaran itu diketahui dari pos pemantauan terpadu yang terletak di Gerbang Tol Bitung arah Merak dan Gerbang Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, serta 16 pos pemantauan lainnya di jalan arteri Jadetabek.

 

Untuk diketahu, tujuan operasi yang digelar oleh 34 Polda adalah melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penyebaran Covid-19; keamanan masyarakat di Ramadan; dan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif saat dan usai Idul Fitri. Hal ini sejalan dengan pelarangan mudik tahun 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

“Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan, mudik akan kami larang,” kata dia di Istana Merdeka, Selasa (21/4) silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *