Selamat Datang di Website Kami

9 Hari Operasi Patuh Jaya 2020, Inilah Jumlah Pelanggar

02 August 2020

by Ridwan Surianto

810-dirlantas_polda_metro_jaya-800x450

“Selama sembilan hari Operasi Patuh Jaya 2020 ini, sebanyak 20.771 kendaraan kita lakukan tindak penilangan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2020).

Sambodo menjelaskan, pihaknya juga memberikan teguran terhadap 38.793 pelanggar lalu lintas lainnya. Peneguran tanpa penindakan tilang itu dilakukan polisi secara situasional.

Menurut Sambodo, kendaraan yang paling banyak melanggar didominasi dengan pengendara sepeda motor. Adapun jenis pelanggaran yang banyak dilakukan, yakni melawan arus lalu lintas.

“Pelanggaran didominasi oleh pengemudi sepeda motor. Pelanggaran tertinggi adalah melawan arus dengan jumlah 16.368 pelanggaran,” tukasnya.

 

DEPOK

Hari ke sembilan Operasi Patuh Jaya 2020 digelar Satlantas Polres Metro Depok, terjadi penurunan pelanggar lalu lintas di jalan.

Dari data hasil operasi Patuh Jaya Satlantas Polrestro Depok, untuk pelanggar di hari sembilan total sebanyak 4.591 pengendara bermotor. Dengan rincian pelanggar yang ditilang sebanyak 1.729 dan yang ditegur sebanyak 2.862.

Perbandingan dengan hari sebelumnya, jumlah pelanggar hari kesembilan turun hingga 150 kasus. Pada hari kedelapan jumlah pelanggar sebanyak 470 kasus. Dengan rincian, pelanggar yang ditilang sebanyak 192 dan ditegur sebanyak 278. Sedangkan di hari kesembilan jumlah pelanggar sebanyak 317 dengan rincian pelanggar kena tilang sebanyak 125 dan teguran sebanyak 192.

“Terjadi penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 153 pelanggar. Tingkat kepatuhan pengendara sudah mulai tinggi,” kata  Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Erwin Aras Genda  dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020 telah digelar sejak  Kamis (23/7/2020) sampai 5 Agustus,2020 nanti akan dikedepankan Tim Cendrawasih sebagai upaya penegakan hukum. Sabtu (1/8/2020) siang.

Kompol Erwin menambahkan mayoritas pelanggar adalah pemotor sebanyak 78 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 turun jauh pelanggar ada 150 kasus.

Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Erwin Aras Genda

 

Pelanggaran yang paling banyak pada motor tidak menggunakan helm SNI dan lawan arus.

“Pelanggar motor tidak menggunakan helm SNI ada 34, lawan arus 26. Hari sebelumnya, yang tidak pakai helm SNI sebanyak 46 dan yang lawan arus sebanyak 32. Mereka banyak melawan arus di jalan raya. Terutama di Jalan Nusantara, samping Tol Cisalak, Jalan Raya Bogor,” tambahnya.

Termasuk juga pelanggaran terhadap mobil yaitu menggunakan safety belt dan berkendara sambil menggunakan ponsel.

“Yang tidak menggunakan safety belt sebanyak 20 pengendara. Sedangkan yang menggunakan ponsel saat berkendara sebanyak tiga pengemudi,” ungkapnya.

“Barang bukti yang kita sita berupa SIM ada 89 buah, STNK ada 36 buah. Dan kendaraan untuk motor ada 82 unit sedangkan mobil berpenumpang ada 43 unit. Profesi pengendara paling banyak karyawan swasta 41 orang, pelajar atau mahasiswa 20 orang, pengemudi 31 orang dan PNS satu orang.”Katanya.***(WAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *